Scroll untuk baca artikel
#
banner 728x90
MedanOrganisasiReflektif

Menenun Rasa Aman dari Balik Meja Intelijen

10
×

Menenun Rasa Aman dari Balik Meja Intelijen

Sebarkan artikel ini

Merajut Damai di Lapisan Bawah: Catatan Pemuda Persis untuk Sat Intelkam Polrestabes Medan

Menenun Rasa Aman dari Balik Meja Intelijen
Kasat Intelkam Polrestabes Medan Kompol Lengkap S. Siregar (kiri) menerima kunjungan silaturahmi dari perwakilan Pemuda Persis Sumut. (Doc Foto: Istimewa)

Udara malam Kota Medan kerap menyimpan gerah yang lekas menguap menjadi ketegangan. Di kota berpenduduk majemuk ini, riak-riak kecil di akar rumput sewaktu-waktu bisa membesar menjadi bara jika tak ditangani dengan kepala dingin. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, atmosfer ibu kota Sumatera Utara itu terasa lebih lapang.

Di balik suasana yang relatif sejuk tersebut, Pimpinan Wilayah Pemuda Persatuan Islam (Persis) Sumatera Utara membaca adanya denyut kerja yang tak biasa dari aparat penegak hukum. Sorotan mereka tertuju pada Satuan Intelijen dan Keamanan (Sat Intelkam) Polrestabes Medan. Di bawah komando Kepala Satuan (Kasat) Intelkam Kompol Lengkap Suherman Siregar, korps baju cokelat itu dinilai menanggalkan pendekatan lama yang kerap kaku dan berjarak.

Bagi Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga PW Pemuda Persis Sumut, Amiruddin Siregar, apresiasi lembaganya bukan sekadar basa-basi seremonial. Ada rekam jejak kasatmata yang mereka saksikan langsung di lapangan.

“Kami dari Pemuda Persis Sumut melihat bagaimana Sat Intelkam Polrestabes Medan membuka ruang komunikasi yang sangat baik dengan elemen pemuda dan organisasi keagamaan,” ujar Amiruddin dengan nada bertutur, Jumat (2/10).

Dalam pandangan Amiruddin, strategi jemput bola yang digalakkan Kompol Lengkap Suherman terbukti ampuh meredam potensi gesekan sosial sebelum sempat membesar. Ketika riak ketegangan mulai terasa di tingkat akar rumput, koordinasi kilat dan langkah preventif yang dibangun jajaran intelijen bekerja layaknya peredam kejut—meredam benturan tanpa harus menimbulkan suara bising.

Tak hanya urusan mitigasi konflik, Pemuda Persis Sumut juga menyoroti ihwal birokrasi pelayanan publik. Di tangan jajaran Sat Intelkam, urusan administrasi seperti pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) hingga pengawalan agenda keagamaan dikerjakan dengan standar keterbukaan dan sentuhan humanis, jauh dari kesan birokratis yang kerap kaku.

READ  LBH Ansor Medan Desak Kejati Sumut Serius Usut Dugaan Penyimpangan Dana Hibah UMKM USU

Menjaga ketertiban di wilayah metropolitan sebesar Medan tentu bukan perkara mudah. Sosiologi perkotaan menuntut aparat keamanan untuk tidak lagi sekadar mengandalkan otot atau operasi represif tatkala masalah timbul. Di sinilah letak irisan penting antara fungsi intelijen modern dan denyut kehidupan masyarakat sipil.

Transformasi pendekatan dari sekadar mengumpulkan data intelijen menjadi fasilitator dialog sosial (social diplomacy) mencerminkan pergeseran paradigma. Ketika perwira kepolisian mau turun, mendengar, dan berdialog sejajar dengan simpul-simpul pemuda serta tokoh keagamaan, jarak psikologis antara aparat dan warga pun lebur.

Kemitraan strategis semacam ini, menurut PW Pemuda Persis Sumut, semestinya tidak berhenti sebagai kebijakan musiman. Ia harus dilembagakan menjadi kultur kerja yang permanen. Sebab, pada akhirnya, stabilitas keamanan di tanah Sumatera Utara tidak akan pernah tercipta dari ujung laras senjata semata, melainkan dirajut perlahan dari ruang-ruang dialog yang jujur dan setara.

<< Media Warta Indonesia — Amr >>

Dukung Jurnalisme Warta Indonesia

Dalam segala situasi, Warta Indonesia berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.

Berikan Apresiasi Sekarang