🕌 Jadwal Shalat Hari Ini
📍 Mendeteksi lokasi...
Menjaga Tradisi Tulak Bala dan Ikhtiar Membangun Rumah Ibadah di Sampean Barat - Warta Indonesia
Scroll untuk baca artikel
#
OPEN DONASI

Kebaikan Kecil Hari Ini,
Bisa Menjadi Harapan Besar Untuk Mereka

Mari bersama membantu sesama melalui program donasi, bantuan sosial, anak yatim, pembangunan tempat ibadah, dan kegiatan kemanusiaan lainnya.

💖 DONASI SEKARANG
Religi

Menjaga Tradisi Tulak Bala dan Ikhtiar Membangun Rumah Ibadah di Sampean Barat

Avatar photo
10
×

Menjaga Tradisi Tulak Bala dan Ikhtiar Membangun Rumah Ibadah di Sampean Barat

Sebarkan artikel ini
Menjaga Tradisi Tulak Bala dan Ikhtiar Membangun Rumah Ibadah di Sampean Barat
Hajatan religius "Ayam Panggang" oleh masyarakat Sampean Barat yang digelar setiap tahunnya tepat pada Hari Raya Idul Adha yang dilaksanakan di masjid Dusun Sampean Barat, pada Rabu (27/5/2026) pukul 20.30 WIB.

LABUHANBATU SELATAN, WARTA INDONESIA – Masyarakat Dusun Sampean Barat, Desa Sampean, Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, terus konsisten merawat warisan leluhur mereka. Sebuah tradisi unik digelar setiap tahunnya tepat pada malam Hari Raya Idul Adha. Dalam ritual ini, setiap kepala rumah tangga mengumpulkan ayam panggang di masjid Dusun Sampean Barat, yang pada tahun ini berlangsung pada Rabu (27/5/2026) pukul 20.30 WIB.

Hajatan religius ini digelar dengan maksud sebagai wujud syukuran masyarakat kampung atas segala berkah dan karunia yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Selain sebagai bentuk rasa syukur, momentum tahunan ini juga sekaligus menjadi sarana penunaian nazar bersama bagi masyarakat Desa Sampean.

Acara makan ayam panggang bersama ini sejatinya telah menjadi tradisi desa yang mengakar sejak lama. Di tengah masyarakat, ritual ini karib disebut sebagai acara Tulak Bala dan Silaturrahim, sebuah representasi doa kolektif kepada Allah SWT agar melimpahkan keselamatan dan menjauhkan segala bentuk marabahaya dari Desa Sampean.

Seiring berjalannya waktu, kini tradisi tersebut dilaksanakan berdasarkan zonasi lorong atau dusun secara serentak di lokasi yang telah ditentukan oleh tokoh masyarakat setempat. Langkah ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana acara serupa biasanya dipusatkan di Masjid Besar Al-Amin dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat Desa Sampean.

Suasana khidmat kian terasa hangat saat jajaran tokoh masyarakat dan hatobangon (tokoh adat) menyampaikan kata sambutan mereka. H. Lobi, selaku salah satu tokoh masyarakat setempat, berpesan bahwa kendati esensi utama acara ini adalah untuk Tulak Bala, namun nilai yang paling krusial adalah rajutan silaturahimnya. Terbukti, agenda ini berhasil dihadiri oleh hampir 90 persen warga Sampean Barat.

READ  Jendela Fajar : "Kehadiran Organ Jantung dalam Jasad Manusia"

Momentum kebersamaan ini terasa kian dinamis lantaran Dusun Sampean Barat saat ini tengah menggalakkan aksi gotong royong untuk pembangunan masjid dusun. Proyek rumah ibadah ini sempat terhenti selama beberapa tahun ke belakang akibat minimnya donasi yang terkumpul dari masyarakat.

Dalam laporan resminya, Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Edianto Hasibuan, menyampaikan rasa syukur yang mendalam serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga Desa Sampean, khususnya para donatur yang telah menyisihkan sedekah dan infak. Berkat kedermawanan tersebut, progres pembangunan masjid kini telah menyentuh angka 60 persen.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Edianto Hasibuan, menyampaikan rasa syukur yang mendalam serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga Desa Sampean, khususnya para donatur yang telah menyisihkan sedekah dan infak.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Edianto Hasibuan, menyampaikan rasa syukur yang mendalam serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga Desa Sampean, khususnya para donatur yang telah menyisihkan sedekah dan infak.

“Pembangunan Masjid Sampean Barat akan kita maksimalkan dengan bantuan dari donatur dan keringanan tangan dari masyarakat Desa Sampean, khususnya Sampean Barat. Karena minimnya kas keuangan, pembangunan ke depannya akan tetap dilakukan secara bersama-sama lewat jalur ‘gotong royong’. Mudah-mudahan pembangunan masjid kita bisa cepat selesai dan segera digunakan untuk shalat berjamaah,” tutur Edianto optimis.

Apresiasi serupa juga mengalir dari Kepala Dusun Sampean Barat, Salim Nasution. Dirinya memuji keikhlasan warga yang telah rela mengorbankan waktu, tenaga, hingga materi demi percepatan pembangunan Masjid Sampean Barat agar dapat rampung sesuai target.

Rangkaian acara sakral ini akhirnya ditutup dengan ceramah agama dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Abu Bokar. Pasca-doa, panitia langsung membagikan ayam panggang yang telah dikumpulkan dari warga sejak awal acara.

Sistem pembagiannya terbilang adil; ayam panggang yang dibawa oleh masyarakat dikumpulkan terlebih dahulu untuk kemudian dibagi dua oleh panitia. Separuh bagian dikembalikan kepada masyarakat yang membawa, sementara separuh sisanya didistribusikan kepada anak-anak, lansia, serta seluruh jemaah yang hadir dalam acara tersebut.

READ  Geger! Dana BUMDes Tanjung Mulia Rp 220 Juta Diduga Janggal, Anggaran Kambing & Jagung Jadi Sorotan, Ke Mana Sisanya?
Menjaga Tradisi Tulak Bala dan Ikhtiar Membangun Rumah Ibadah di Sampean Barat
Hajatan religius “Ayam Panggang” oleh masyarakat Sampean Barat yang digelar setiap tahunnya tepat pada Hari Raya Idul Adha yang dilaksanakan di masjid Dusun Sampean Barat, pada Rabu (27/5/2026) pukul 20.30 WIB.

Tradisi Tulak Bala menggunakan media ayam panggang merupakan salah satu bentuk akulturasi budaya lokal dan nilai-nilai Islam yang berkembang subur di wilayah Labuhanbatu Selatan. Di wilayah Sampean Barat, kegiatan ini bukan sekadar tradisi penolak bala, melainkan penggerak roda sosial.

Di saat yang sama, masyarakat setempat tengah berjuang menyelesaikan pembangunan Masjid Dusun yang menjadi urat nadi peribadatan warga, di mana progres fisiknya masih tertahan di angka 60% akibat kendala finansial kronis.

Secara sosiologis, pembagian ayam panggang menjadi dua bagian—sebagian untuk dibawa pulang dan sebagian untuk kelompok rentan (lansia dan anak-anak)—menunjukkan sistem ketahanan pangan lokal dan pemerataan sosial yang berbasis kearifan lokal.

Tradisi ini berhasil mengumpulkan massa dalam jumlah masif (mencapai 90% kehadiran warga). Kehadiran kolektif inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para pengurus desa untuk mengonsolidasikan gerakan swadaya masyarakat guna mengatasi mandeknya pembangunan masjid dusun.

Peralihan lokasi pelaksanaan dari Masjid Besar Al-Amin ke tingkat dusun/lorong berdampak positif pada peningkatan kedekatan emosional antar-tetangga yang lebih intim. Namun, di sisi ekonomi, pola pendanaan pembangunan masjid yang hanya mengandalkan kas lokal dan donasi internal dinilai menjadi pemicu utama sempat terhentinya proyek fisik tersebut.

Jika pembangunan rumah ibadah ini terus melambat, maka kenyamanan ibadah berjamaah warga, khususnya saat momentum hari besar keagamaan, akan terus terganggu.

Untuk memastikan tradisi Tulak Bala tetap lestari sekaligus mempercepat rampungnya Masjid Sampean Barat, diperlukan digitalisasi penggalangan dana (crowdfunding) agar jangkauan donatur tidak hanya terbatas pada warga lokal, melainkan menyasar para perantau asal Labuhanbatu Selatan di luar daerah.

Mengingat Masjid Sampean Barat saat ini masih dalam masa pembangunan dan baru mencapai hampir 60 persen, uluran tangan berupa sedekah atau infak dari para dermawan sangat dinantikan. Bantuan tersebut diyakini akan mempercepat penyelesaian fisik bangunan sehingga rumah ibadah ini bisa segera dimanfaatkan secara utuh oleh masyarakat.

READ  Belajar Ikhlas dari yang Pergi

Bagi Anda yang tergerak dan ingin menyalurkan donasi terbaik, dapat segera menghubungi nomor kontak panitia di bawah ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan berkah, perlindungan, dan karunia-Nya kepada kita semua.

Ingin Berdonasi?
Hubungi >>> +62 813-8042-9119 atau 085362075040

Dukung Jurnalisme Warta Indonesia

Dalam segala situasi, Warta Indonesia berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.

Berikan Apresiasi Sekarang
OPEN DONASI

Pembangunan Mesjid As-Syarif

Mari bersama-sama ikut berpartisipasi dalam pembangunan Mesjid As-Syarif yang berlokasi di:

Dusun Sampean Barat, Desa Sampean,
Kec. Sungai Kanan, Kab. Labuhanbatu Selatan – Sumatera Utara
💖 DONASI SEKARANG
WordPress Warehouse Ankara Escort: Pursaklar Escort, Gölbaşı Escort, Çubuk Escort İstanbul Escort: Beşiktaş Escort, Bahçelievler Escort, Fatih Escort Bursa Escort: Mudanya Escort, Orhaneli Escort, Harmancık Escort AMPK Gruduk Gardenia SPA, Amiruddin: Tindak Tegas , Tutup Permanen Dan Cabut Izinya..!!! Pemerintah tetapkan dua KEK baru di sektor kesehatan dan pendidikan Pembantaian Umat WooMail – WooCommerce Email Customizer Arran – Personal Portfolio Elementor Template Kit Luxetta – Luxury Hotel & Resort Elementor Template Kit Artchi – Modern Architecture Elementor Template Kit Woostify Pro – WooCommerce Theme Fillo – Shoes & Sneakers Store WooCommerce Elementor Template Kit Fonnia – Digital Product Store Elementor Template Kit Avada | Website Builder For WordPress & WooCommerce ArtCoin Bitcoin & Cryptocurrency Elementor Template Kit Aroma – Bakery & Cake Elementor Template Kit
1 Berita Terbaru