WARTA INDONESIA, KABANJAHE – Turnamen olahraga elektronik (e-sport) Mobile Legends Kapolres Cup 2026 yang diinisiasi Kepolisian Resor (Polres) Karo resmi berakhir pada Senin malam, 29 Juni 2026. Kompetisi yang digelar guna menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80 tersebut menempatkan tim SUPER NINE sebagai juara pertama. Atas capaian ini, tim tersebut berhak memegang tiket untuk mewakili Polres Karo dalam ajang serupa di tingkat Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara.
Kompetisi yang dipusatkan di Aula Pur Pur Sage Polres Karo ini diikuti oleh 12 tim dengan total keterlibatan 60 peserta. Sejak fase penyisihan bergulir hingga babak final, seluruh tim memperlihatkan intensitas permainan yang kompetitif dengan tetap mengedepankan prinsip sportivitas.
Berdasarkan papan skor akhir pertandingan, posisi puncak ditempati oleh tim SUPER NINE sebagai Juara I. Sementara posisi runner-up atau Juara II diraih oleh tim NAVI, disusul oleh tim BTR SIMALINGKAR yang harus puas menempati posisi Juara III.
Prosesi penyerahan piagam penghargaan serta hadiah kepada para pemenang didelegasikan langsung kepada Kasat Reskrim Polres Karo, AKP Hizkia Siagian. Ia hadir di lokasi pertandingan untuk mewakili Kepala Polres Karo, AKBP Pebriandi Haloho.
Dalam pidatonya, AKP Hizkia mengapresiasi loyalitas seluruh peserta yang bertanding dengan konsisten menjunjung tinggi nilai fair play. Menurut dia, ajang ini mengonfirmasi adanya potensi besar di kalangan generasi muda Kabupaten Karo dalam sektor e-sport, dengan catatan pembinaan diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang positif.
Berbekal kemenangan di tingkat lokal tersebut, tim SUPER NINE dipastikan melaju sebagai representasi Polres Karo pada kompetisi e-sport tingkat Polda Sumatera Utara. Jika berhasil mempertahankan dominasinya di level provinsi, tim ini akan melanjutkan estafet perjuangan mewakili Polda Sumatera Utara ke turnamen tingkat Markas Besar (Mabes) Polri, yang dijadwalkan menjadi bagian dari puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini.
Melalui penyelenggaraan Kapolres Cup Mobile Legends ini, Polres Karo memproyeksikan e-sport tidak sekadar sebagai instrumen kompetisi musiman. Ajang digital ini dibidik untuk menjadi medium pembentukan karakter, inkubasi kreativitas, sekaligus memperkuat jalinan kemitraan antara institusi kepolisian dan komunitas muda di era digital.
Tempo mencatat, kompetisi besutan Polres Karo ini merefleksikan tingginya minat generasi muda di daerah terhadap industri olahraga digital. Kendati demikian, ajang seremonial tahunan seperti ini perlu ditopang oleh ekosistem yang berkelanjutan. Pengurus Besar E-Sport Indonesia (PBESI) tingkat kabupaten dituntut bergerak cepat untuk menyusun basis data atlet potensial agar bakat-bakat dari Tanah Karo tidak berhenti di turnamen lokal.
Transformasi dari sekadar hobi komunal menjadi karier profesional masih menghadapi jalan terjal di tingkat daerah. Masalah infrastruktur komunikasi, minimnya sponsor dari sektor swasta lokal, serta nihilnya pusat pelatihan terpadu (gaming house) bersubsidi menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemangku kebijakan di Kabupaten Karo jika ingin menyumbang atlet ke kancah nasional.
(Akorta)









