Scroll untuk baca artikel
#
AkademikBisnisRagamReligiSumut

Warung Kopi Wak Dollah : “Santunan Anak-anak Yatim dan MSG”

18
×

Warung Kopi Wak Dollah : “Santunan Anak-anak Yatim dan MSG”

Sebarkan artikel ini

Pak Dermawan duduk berbaur bersama mereka. "Alhamdulillah, Rief. Baru saja selesai acara santunan anak-anak yatim di Masjid Al-Amin tadi pagi. Didukung bantuan infak dan sedekah yang dikelola Lembaga Zakat, puluhan anak yatim kita bisa tersenyum lebar. Diberi paket sembako, uang sekolah, dan nasi kotak."

Makan Siang Gratis di Rumah Makan IKLAB Selayang

MEDAN-wartaindonesia.org. Suasana Warung Kopi Wak Dollah siang itu seperti biasa: ramai, hangat, dan penuh gelak tawa. Aroma kopi saring bercampur wangi pisang goreng renyah buatan Mbak Lastri membumbung ke udara.

Di pojok favorit, tiga sekawan, Dadang, Arief, dan Narto sedang asyik menanti pesanan sambil memegang perut yang sudah menyuarakan musik keroncong.

“Mbak Lastri, ini pisang gorengnya mana? Perutku udah dari tadi main guling-gulingan ini!” celoteh Dadang sambil mengetuk-ngetuk meja pakai sendok.

Mbak Lastri keluar dari dapur sambil membawa baki berisi cangkir kopi dan piring pisang goreng panas, lalu melirik Dadang tajam. “Sabar, Dang! Wong goreng pisang itu pakai minyak panas, bukan pakai emosi. Lagian tanggal tua begini gaya betul minta cepat-cepat, bayarnya nanti ngutang lagi!”

Arief dan Narto langsung tertawa terbahak-bahak.

“Kena kau, Dang! Makanya jangan macam-macam sama Mbak Lastri,” celetuk Narto sambil menyeruput kopinya.

Wak Dollah yang sedang menuang kopi dari teko tinggi ikut tersenyum dari balik steling. “Sudah-sudah, jangan diledek si Dadang itu. Tapi ada kabar bagus buat kalian semua hari ini. Siap-siap kenyang!”

Belum sempat Arief bertanya, pintu depan warung terbuka. Pak Dermawan melangkah masuk dengan senyum mengembang lebar.

“Assalamu’alaikum, warga Warung Wak Dollah!” sapa Pak Dermawan hangat.

“Wa’alaikumsalam, Pak Dermawan! Tumben wajahnya cerah betul Pak, kayak habis dapat arisan,” gurau Arief.

Pak Dermawan duduk berbaur bersama mereka. “Alhamdulillah, Rief. Baru saja selesai acara santunan anak-anak yatim di Masjid Al-Amin tadi pagi. Didukung bantuan infak dan sedekah yang dikelola Lembaga Zakat, puluhan anak yatim kita bisa tersenyum lebar. Diberi paket sembako, uang sekolah, dan nasi kotak.”

READ  Sinergi Pemuda, DPD IPK Karo All-Out Sukseskan Festival Tabuh Bambu dan Bedug ke-18

Suasana warung hening sejenak. Narto mengangguk-angguk haru. “Alhamdulillah… Kasihan anak-anak itu, Pak. Kalau ada yang perhatikan begini, rasanya adem banget.”

“Nah, kebaikan dari para donatur dan Lembaga Zakat itu nggak berhenti di masjid saja,” lanjut Pak Dermawan sambil memandang Wak Dollah dan Mbak Lastri. “Hari ini, lewat program makan gratis hasil kerja sama dengan warung Wak Dollah, semua makan siang di sini dibayarkan dari dana infak dan sedekah!”

Dadang yang tadinya memegang perut langsung melotot gembira. “Hah? Beneran Pak? Berarti pisang goreng sama nasi rames saya gratis?!”

“Gratis, Dang!” jawab Pak Dermawan tertawa.

“Waduh Pak, kalau tahu begitu, dari kemarin saya mendadak ngaku anak yatim aja biar dapat porsi dua!” celoteh Dadang polos.

Mbak Lastri langsung menepuk pundak Dadang pakai serbet. “Hussh! Muka kumis tebal begini ngaku anak yatim. Yang ada anak yatimnya yang kasihan lihat kamu, Dang!”

Gelak tawa kembali pecah di dalam warung. Bahkan Wak Dollah sampai menggeleng-gelengkan kepala.

Namun di tengah tawa itu, Wak Dollah pelan-pelan meletakkan teko kopinya dan berujar lembut, “Bercanda boleh, Dang. Tapi kalau dipikir-pikir, ajaib ya kuasa Allah lewat infak dan sedekah ini. Senilai uang yang mungkin bagi sebagian orang cuma kembalian parkir, begitu dikumpulkan lewat Lembaga Zakat, bisa bikin anak-anak yatim di Masjid Al-Amin tersenyum punya baju dan buku baru. Dan siang ini, kita yang di warung kecil ini ikut merasakan hangatnya kebersamaan.”

Arief memandang piring makanannya, lalu menatap Pak Dermawan. “Bener kata Wak Dollah. Kadang kita mikir zakat atau sedekah itu cuma formalitas. Padahal pas lihat dampaknya langsung… kerasa banget di hati.”

READ  BKPRMI Sorkam Raya Bersama IRAMIL Sukses Gelar Tabligh Akbar dan Jalan Sehat, Ribuan Jamaah Padati Masjid Jami Al Ikhlas

Pak Dermawan tersenyum seraya menepuk bahu Arief. “Betul. Sedekah itu nggak pernah mengurangi harta, justru melipatgandakan berkah. Yang ngasih bahagia, yang menerima terbantu, dan kita semua yang ada di sini ikut merasakan nikmatnya.”

“Nah, kalau gitu…” Dadang berdiri sambil memasang wajah serius, “Satu porsi bungkus buat dibawa pulang boleh kan, Mbak Lastri? Mumpung berkahnya melimpah!”

Mbak Lastri tertawa sambil menggeleng. “Dasar Dadang! Ya sudah, khusus hari ini Mbak nambahin porsinya ekstra banyak. Biar kenyangnya sampai ke hati!”

Siang itu di Warung Kopi Wak Dollah, bukan hanya perut yang terisi penuh, tapi juga hati yang dihangatkan oleh indahnya berbagi dan kepedulian antar sesama.

Penulis : Tauhid Ichyar. Pemerhati Sosial Masyarakat

Dukung Jurnalisme Warta Indonesia

Dalam segala situasi, Warta Indonesia berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.

Berikan Apresiasi Sekarang