WartaIndonesia.org | KABANJAHE, KARO – Rasa solidaritas keluarga besar Ikatan Pemuda Karya IPK Kabupaten Karo kembali nyata. DPD IPK Karo bergerak cepat menggalang donasi untuk membantu sepasang suami istri asal Kabanjahe, Muhammad Irfan dan Agnes Anggraini Ginting, TKI yang sedang sakit dan terlantar di depan KBRI Phnom Penh, Kamboja.
Gerakan kemanusiaan ini bermula dari pesan permohonan bantuan yang diterima pengurus IPK. Dalam pesan tersebut, pasutri warga Kec. Kabanjahe itu menyampaikan kondisi kritis. Mereka saat ini menunggu pembuatan Surat Perjalanan Laksana Paspor SPLP di depan KBRI Phnom Penh karena penampungan KBRI sudah penuh menampung sekitar 3.000 WNI lainnya.
Situasi makin mendesak karena kondisi kesehatan Agnes Anggraini Ginting memerlukan penanganan medis intensif dan evakuasi cepat ke Indonesia. Sebagai bentuk transparansi, mereka juga mengirimkan bukti catatan medis kepada IPK Karo.
Merespons itu, Ketua DPD IPK Kabupaten Karo Maha Sendi S Milala langsung menginstruksikan Satgas Inti IPK Karo dan beberapa PAC untuk bergerak. Pengurus bahu-membahu mengumpulkan donasi kemanusiaan. Tak ketinggalan, Wakil Ketua DPRD Karo Korindo S Milala juga turut berdonasi dan mendukung penuh gerakan ini.
Hasilnya luar biasa. Hanya dalam hitungan menit sampai Jumat (19/6/2026) siang, donasi yang terkumpul mencapai Rp21.500.000 dari para pengurus dan jajaran PAC.
“Ini murni gerakan kemanusiaan. Kami merasa terpanggil ketika mendengar ada saudara sebangsa kita yang kesulitan di negeri orang. Ini wujud nyata kepedulian IPK Karo terhadap sesama. Dari tadi malam sampai siang hari ini Jumat 19 Juni 2026 total donasi sudah Rp21.500.000. Penyerahan atau pengiriman donasi akan kami infokan secepatnya,” ujar Maha Sendi S Milala.
Dana yang terkumpul akan disalurkan untuk biaya perawatan medis Agnes di Kamboja sekaligus memfasilitasi proses kepulangan pasutri tersebut agar segera mendapat perawatan di tanah air.
Aksi cepat tanggap IPK Karo ini mendapat apresiasi luas karena menunjukkan semangat gotong royong Karo. Saat ini DPD IPK Kabupaten Karo terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kelancaran proses pemulangan Muhammad Irfan dan Agnes Anggraini Ginting. (Akorta)
Sinergitas antara organisasi kepemudaan seperti DPD IPK Karo dan unsur pimpinan legislatif, dalam hal ini Wakil Ketua DPRD Karo Korindo S Milala, memperlihatkan kepedulian yang tinggi dari para pemangku kebijakan di Tanah Karo terhadap nasib warganya di luar negeri. Kolaborasi ini tidak hanya memberikan dampak moril yang besar bagi keluarga korban, tetapi juga mempercepat pengumpulan logistik darurat yang sangat dibutuhkan untuk proses evakuasi medis dari Phnom Penh.
Kondisi penuhnya penampungan di KBRI Kamboja yang dilaporkan menampung ribuan WNI menjadi perhatian serius. Melalui aksi solidaritas ini, diharapkan instansi terkait di tingkat pusat seperti Kementerian Luar Negeri dan BP2MI dapat memberikan atensi khusus untuk mempercepat penerbitan Dokumen Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi pasutri asal Kabanjahe tersebut.
Pengawalan terhadap pemanfaatan dana donasi yang transparan ini akan terus dipantau hingga kedua warga Kabupaten Karo tersebut tiba dengan selamat di tanah air. Sinergi ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan kemanusiaan serupa dalam memberikan perlindungan dan advokasi bagi pekerja migran asal daerah. (Akorta)









