WARTA INDONESIA, TAPTENG – Wujud kepedulian terhadap nasib pendidikan di daerah terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh Persatuan Islam (PERSIS). Menggandeng Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI), ormas Islam ini kembali mendirikan Ruang Kelas Darurat (RKD) untuk menyokong sekolah-sekolah di wilayah Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) yang sampai saat ini terpaksa menggelar proses belajar mengajar di dalam tenda.
Langkah ini diambil demi menjaga napas dan keberlangsungan pendidikan para siswa beserta guru. Kehadiran RKD diharapkan mampu menghadirkan suasana belajar yang jauh lebih layak, aman, dan nyaman di tengah situasi pemulihan pascabencana.
Sejumlah fasilitas pendidikan yang menjadi sasaran pembangunan RKD ini tersebar di beberapa wilayah Sumut dan Sumbar, di antaranya:
-
SDN 057239 Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat (Sumut).
-
SDN 053994 Sei Tualang, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat (Sumut).
-
SDN 155678 Hutanabolon 2, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Sumut).
-
PAUD Bunda Lestari, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Sumut).
-
TK Harapan Bunda Maju, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Sumut).
-
TK Gembira Ria Simatohir, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Sumut).
-
SDN 12 Koto Kaciak, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman (Sumbar).
Pelaksana Pembangunan RKD, Joko Imawan, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mengakselerasi pemulihan sektor pendidikan di kawasan terdampak. Harapannya, hak anak-anak untuk mengecap pendidikan tetap terpenuhi meski infrastruktur utama sekolah mereka rusak berat atau belum bisa dipakai normal.
“Bagi PERSIS, pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pemulihan masyarakat. Kehadiran ruang kelas darurat bukan hanya menyediakan bangunan fisik, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian agar semangat belajar para siswa tidak terhenti akibat bencana,” tegas Joko saat meninjau langsung lokasi RKD pada 1–2 September 2026.
Melalui sinergi erat bersama Kemendikdasmen RI, PERSIS menegaskan komitmennya untuk terus bergerak membantu sekolah-sekolah yang membutuhkan uluran tangan, terutama yang hingga kini masih bergantung pada tenda darurat.

Melalui spirit gotong royong dan kepedulian antarsesama, kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan kembali ruang belajar yang representatif, sehingga para murid dapat mereguk ilmu dengan aman, nyaman, dan penuh motivasi.
Pembangunan Ruang Kelas Darurat (RKD) menjadi krusial mengingat kondisi cuaca yang kerap tidak menentu di wilayah Sumut dan Sumbar. Belajar di dalam tenda kerap menyulitkan konsentrasi siswa akibat suhu udara yang panas pada siang hari serta ancaman kebocoran saat hujan deras mengguyur.
Selain menyediakan sarana fisik yang lebih kokoh, program kolaborasi ini juga menyasar pemulihan trauma (trauma healing) bagi murid dan tenaga pengajar. Lingkungan belajar yang aman terisolasi dari dampak langsung bencana terbukti dapat mengembalikan ritme kehidupan normal anak-anak, sekaligus memicu kembali semangat belajar yang sempat terganggu akibat musibah.










