Scroll untuk baca artikel
#
Pemerintah

Dukung Skala Internasional, Menteri Koperasi RI Resmi Buka Festival Bunga dan Buah Karo 2026

11
×

Dukung Skala Internasional, Menteri Koperasi RI Resmi Buka Festival Bunga dan Buah Karo 2026

Sebarkan artikel ini
Dukung Skala Internasional, Menteri Koperasi RI Resmi Buka Festival Bunga dan Buah Karo 2026
Menteri Koperasi Republik Indonesia secara resmi membuka perhelatan akbar Festival Bunga dan Buah (FBB) Tahun 2026 Kabupaten Karo yang dipusatkan di Taman Mejuah-juah, Berastagi, pada Kamis (30/7/2026).

BERASTAGI, WARTA INDONESIA – Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., secara resmi membuka perhelatan akbar Festival Bunga dan Buah (FBB) Tahun 2026 Kabupaten Karo. Agenda pariwisata tahunan ini dipusatkan di Taman Mejuah-juah, Berastagi, pada Kamis (30/7/2026). Dalam kesempatan strategis tersebut, Menteri Koperasi RI menegaskan komitmen penuh pemerintah pusat untuk mengawal pengembangan FBB agar mampu naik kelas menjadi agenda bertaraf internasional.

Dalam pidato sambutannya, Ferry Juliantono menilai Festival Bunga dan Buah merupakan representasi kekuatan ekonomi autentik Kabupaten Karo. Sektor ini dinilai berhasil memadukan potensi pertanian, kekayaan budaya, pariwisata, serta denyut ekonomi kerakyatan dalam satu panggung besar. Terlebih, FBB telah mencatatkan diri masuk dalam jajaran jajaran 125 Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI, sebuah predikat valid yang membuka peluang lebar untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara secara lebih masif.

“Pemerintah pusat melalui kementerian terkait akan memberikan dukungan penuh pada penyelenggaraan Festival Bunga dan Buah ini agar ke depan dapat bertransformasi menjadi kegiatan berskala internasional,” tegas Ferry Juliantono. Ia pun mengapresiasi tingginya animo masyarakat yang memadati lokasi acara, yang dinilainya sebagai modal sosial berharga untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal. Pada momen pembukaan ini, Menteri Koperasi RI juga dianugerahi marga Ginting sebagai bentuk penghormatan tertinggi dari masyarakat adat Karo.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Karo, Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., menggarisbawahi bahwa FBB bukan sekadar panggung hiburan musiman. Perhelatan ini merupakan sarana taktis untuk memosisikan Kabupaten Karo di kancah global sebagai wilayah yang kaya akan hasil hortikultura, adat budaya yang luhur, dan destinasi wisata unggulan. Guna mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Karo terus mempererat kolaborasi multilateral dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, pelaku usaha, hingga korporasi investor.

READ  Jelang Akhir 2025, Kementerian ATR/BPN Catat Capaian PNBP Rp2,63 T

“Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mendongkrak volume kunjungan wisatawan, memperluas penetrasi pasar produk hortikultura Tanah Karo ke luar daerah, menarik investasi baru, serta memberikan multiplier effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Karo dengan optimis.

Festival Bunga dan Buah Tahun 2026 kali ini mengusung tema “The Eternal of Karo Paradise”. Acara dimeriahkan oleh rangkaian kegiatan eksotis, mulai dari pawai karnaval mobil hias berbahan bunga dan buah segar, pameran produk unggulan UMKM, business matching, pertunjukan seni budaya, hingga tradisi makan buah gratis bagi para pengunjung. Turut hadir dalam pembukaan tersebut Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, B.Sc., yang menyatakan komitmen penuh Pemprov Sumut untuk terus menyokong FBB menjadi ikon pariwisata andalan di tingkat nasional maupun internasional.

Kehadiran Menteri Koperasi RI dalam pembukaan FBB 2026 memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah pusat tengah membidik penguatan kelembagaan petani Karo melalui wadah koperasi. Tanah Karo selama ini dikenal sebagai penyuplai utama kebutuhan sayur dan buah di Sumatera Utara hingga ekspor ke Singapura dan Malaysia. Melalui sentuhan koperasi modern, para petani didorong untuk melakukan hilirisasi produk, seperti mengolah buah segar menjadi produk turunan bernilai ekonomi tinggi, sehingga tidak lagi bergantung pada penjualan bahan mentah yang rentan fluktuasi harga pasar.

Masuknya Festival Bunga dan Buah Karo ke dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) merupakan pengakuan terhadap kualitas manajemen festival yang dinilai konsisten dan berdampak ekonomi signifikan. Standar KEN menuntut setiap daerah untuk menyajikan aspek kelokalan yang kuat namun dikemas dengan standar global. Dengan dukungan infrastruktur konektivitas yang terus dibenahi di Sumatera Utara, FBB diproyeksikan dapat menjadi pintu masuk alternatif bagi kebangkitan sektor pariwisata di dataran tinggi selain kawasan Danau Toba. (Akorta)