Scroll untuk baca artikel
#
banner 728x90
LingkunganMedanMediaNasionalReligiSumut

Bangkrutnya Amal Kebajikan

Avatar photo
15
×

Bangkrutnya Amal Kebajikan

Sebarkan artikel ini

Sungguh al-muflis di akhirat adalah mereka yang datang membawa pahala salat, puasa, dan zakat, tetapi juga membawa dosa kezaliman sesama manusia, mencaci, memfitnah, memakan harta atau menyakiti.

Google Image. Orang Yang Bangkrut

Medan-wartaindonesia.org. Sungguh, disebut orang yang bangkrut, karena mereka merugikan diri sendiri dengan menghilangkan pahala amal ibadah yang seharusnya menjadi tabungan di akhirat akibat perbuatan maksiat atau kelalaian dalam ibadah.

Allah ﷻ berfirman :

ﻳَﻮْﻡَ ﻟَﺎ ﻳَﻨْﻔَﻊُ ﻣَﺎﻝٌ ﻭَﻟَﺎ ﺑَﻨُﻮﻥَ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﻦْ ﺃَﺗَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺑِﻘَﻠْﺐٍ ﺳَﻠِﻴﻢٍ

Artinya : “Pada hari dimana harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat” (QS Asy-Syu’araa`:88-89).

Dalam Islam penyebab bangkrutnya pahala di akhirat merujuk pada perbuatan-perbuatan dosa sosial dan hati yang merusak pahala kebajikan yang telah dikumpulkan. Rasulullah ﷺ menyebut orang ini sebagai al-muflis yakni orang yang bangkrut.

Sungguh al-muflis di akhirat adalah mereka yang datang membawa pahala salat, puasa, dan zakat, tetapi juga membawa dosa kezaliman sesama manusia, mencaci, memfitnah, memakan harta atau menyakiti. Kebaikan mereka diambil untuk membayar kezaliman tersebut, dan jika habis, dosa korban ditimpakan kepada mereka, lalu dilempar ke Neraka.

Nabi ﷺ beliau bersabda :

أَتَدْرُونَ مَنِ الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

Artinya : “Apakah kalian tahu siapa muflis (orang yang pailit) itu?” Para sahabat menjawab,”Muflis (orang yang pailit) itu adalah yang tidak mempunyai dirham maupun harta benda.” Tetapi Nabi ﷺ berkata : “Muflis (orang yang pailit) dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat,

READ  Kantah Pematangsiantar Gelar Awal Pembatalan Produk Hukum Berdasarkan Putusan Pengadilan

namun (ketika di dunia) dia telah mencaci dan (salah) menuduh orang lain, makan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya.

Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam Neraka”(HR Muslim no. 2581, at Tirmizi no. 2418 dan Ahmad 2/303, 334, 371)

Di zaman modern saat ini, dengan adanya media sosial dan internet, seseorang dengan mudah berbicara dan menyampaikan pendapatnya. Menyampaikan aspirasi dan pendapat dimedia sosial lebih mudah, karena saat menulis tak dilihat orang lain, bebas menghina, mencaci dan mencela siapa saja yang ia benci.

Sungguh seorang mukmin, tentu sangat tidak layak berbicara kasar, mencela dan melaknat kapanpun dan di mana pun, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Rasulullah ﷺ bersabda :

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦَ ﻟَﻴْﺲَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻌَّﺎﻥِ ﻭَﻟَﺎ ﺍﻟﻄَّﻌَّﺎﻥِ، ﻭَﻟَﺎ ﺍﻟْﻔَﺎﺣِﺶِ ﻭَﻟَﺎ ﺍﻟْﺒَﺬِﻱﺀِ

Artinya : “Sesungguhnya orang mukmin itu orang yang tidak suka melaknat, mencela, berkata keji, dan kotor” (HR. Ahmad 1/416; shahih).

Ketika lisan suka mencaci, mencela, melaknat, ghibah dan berkata-kata kotor kepada orang lain, ini sama saja ia bagi-bagi pahala gratis kepada mereka yang dicela, kemudian pelaku akan bangkrut.

Mengapa demikian? Karena dengan lisan dan tulisan, mereka yang kita cela dan caci-maki adalah pihak yang terdzalimi. Jika kita tidak meminta maaf di dunia, maka urusan akan berlanjut di akhirat.

Inilah yang disebut makna muflis yang dibicarakan oleh para ahli fikih yaitu orang yang jumlah hutangnya melebihi jumlah harta yang ada di tangannya. Disebut demikian, karena dia menjadi orang yang hanya memiliki uang terbatas, uang recehan.

READ  Kementerian ATR/BPN Gelar Bimtek untuk Samakan Persepsi 88 Satker dalam Tata Kelola Anggaran ILASPP

Mereka yang kondisinya berubah menjadi tidak memiliki uang sepeser pun. Dan makna inilah yang dimaksudkan oleh para sahabat dalam hadits di atas ketika mereka ditanya tentang hakikat muflis.

Mereka mengabarkan tentang kenyataan di dunia. Sedangkan Nabi ﷺ ingin mengabarkan, bahwa muflis di akhirat itu lebih parah keadaannya.

Di akhirat tidak bisa meminta maaf begitu saja, akan tetapi ada kompensasinya. Kompenasi tersebut bukan uang ataupun harta. Karena ini sudah tidak bermanfaat di hari kiamat.

Ibnu Rusyd menyatakan bahwa iflas (pailit) dalam syari’at digunakan untuk dua makna. Pertama. Bila jumlah hutang seseorang melebihi jumlah harta yang ada padanya, sehingga hartanya tidak bisa untuk menutup hutang-hutangnya tersebut. Kedua. Bila seseorang tidak memiliki harta sama sekali.

Maka berhati-hati dalam berbicara atau menulis, menyampaikan pendapat atau memberikan penilaian kepada orang lain, jangan sampai hal tersebut berujung kepada kebangkrutan amal kebajikan.

  • Penulis: Tauhid Ichyar
  • Ka.Kantor Laz Persis Sumut
    Anggota Komisi Sosial dan Penanggulangan Bencana MUI Sumatera Utara.

Dukung Jurnalisme Warta Indonesia

Dalam segala situasi, Warta Indonesia berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.

Berikan Apresiasi Sekarang
   
banner 728x90