Warta Indonesia, JAKARTA – Langkah taktis Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menata ulang tata kelola energi nasional secara transparan pada sektor hulu hingga hilir mendapat respons positif. Kebijakan reformasi birokrasi dan penertiban izin usaha pertambangan yang kian tegas dinilai sebagai angin segar bagi kedaulatan energi bangsa.
Fungsionaris Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Riski Agussalim Siregar, menyatakan dukungannya terhadap komitmen Menteri ESDM yang berani mendobrak sistem lama demi menghadirkan keadilan fiskal sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.
“Apa yang dilakukan Menteri ESDM dalam melakukan transparansi tata kelola energi adalah langkah berani yang wajib kita dukung bersama. Ini adalah momentum pembersihan sektor energi dari praktik penyelewengan,” ujar Riski di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Menurut Riski, ketegasan Menteri ESDM dalam menerapkan regulasi yang transparan terbukti mulai memangkas ruang gerak para pemburu rente di sektor sumber daya alam. HMI menilai, kebijakan menteri saat ini sudah berada di jalur yang benar (on the right track) untuk mengembalikan kekayaan alam demi kemakmuran rakyat banyak.
“Menteri ESDM tidak boleh gentar menghadapi tekanan dari pihak mana pun. Langkah penertiban dan transparansi data yang sedang digalakkan adalah bukti nyata bahwa negara hadir untuk mengamankan aset strategis bangsa,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Riski menegaskan bahwa PB HMI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal dan mengamankan kebijakan-kebijakan progresif Kementerian ESDM di lapangan.
“Kami di HMI siap berdiri bersama menteri untuk memastikan reformasi energi ini berjalan tuntas tanpa intervensi kekuasaan luar. Ini adalah perjuangan demi masa depan ketahanan energi rakyat Indonesia. Maju terus, pak menteri, demi kedaulatan bangsa! Tutup Riski optimis.









