MEDAN, WARTA INDONESIA – Roda organisasi Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam Sumatera Utara (PW HIMA PERSIS Sumut) resmi memasuki babak baru. Prosesi pelantikan jajaran pengurus untuk masa bakti anyar tersebut berlangsung khidmat di Aula BBGTK Sumatera Utara, Medan, pada Jumat (16/5/2026).
Upacara pengambilan sumpah dan pelantikan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) HIMA PERSIS, Solahudin Hasan.
Dalam momentum peralihan kepemimpinan tersebut, Rifaldi secara resmi mengemban amanah sebagai Ketua PW HIMA PERSIS Sumatera Utara. Usai dilantik, dirinya langsung menggebrak dengan mencanangkan target strategis yang visioner bagi arah gerak organisasi ke depan.
Rifaldi menegaskan bahwa fokus utama kepengurusannya bukanlah memperbanyak kuantitas keanggotaan secara semu, melainkan melakukan akselerasi dan penguatan mutu kaderisasi secara fundamental di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Secara eksplanatif, Rifaldi menguraikan bahwa orientasi perjuangan HIMA PERSIS Sumut akan dipusatkan pada pembentukan “Kader Ulul Albab”. Sebuah manifestasi profil mahasiswa ideal yang mengintegrasikan secara harmonis antara ketajaman daya pikir (intelektual) dan kedalaman daya zikir (spiritual).
Melalui standardisasi ini, para kader diharapkan tidak sekadar cakap dalam diskursus akademis di kampus, tetapi juga memiliki kedalaman akhlak yang mapan untuk memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan negara.
Hajatan besar ini turut dihadiri oleh legislator DPD RI sekaligus Ketua PW PERSIS Sumut, KH. Muhammad Nuh, MSP. Dalam tausiyahnya, beliau menggarisbawahi pentingnya mencetak generasi muslim yang unggul dan kompetitif agar mampu menjadi problem solver atas berbagai dinamika sosial kebangsaan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumut, Mulyono, yang hadir mewakili Gubernur, menantang HIMA PERSIS untuk menjadi garda terdepan dalam membentengi ruang publik dan generasi muda dari ancaman destruktif, seperti peredaran gelap narkotika.
Paradigma baru yang diusung oleh kepemimpinan Rifaldi ini diyakini akan membawa implikasi sosiologis dan geopolitik yang luas bagi gerakan kepemudaan di Sumatera Utara. Di tengah maraknya fenomena pragmatisme gerakan mahasiswa kontemporer yang kerap terjebak dalam pusaran seremonial, komitmen penguatan mutu kader yang berbasis substansi ini berpotensi mengembalikan marwah mahasiswa sebagai motor penggerak perubahan (agent of change) yang murni dan objektif.
Namun, absennya konsistensi dalam mengejawantahkan visi “Ulul Albab” di era disrupsi digital ini dapat memicu kerentanan besar, di mana basis massa mahasiswa mudah terpolarisasi oleh arus informasi yang menyesatkan.
Sebaliknya, apabila standardisasi kualitas kader ini berhasil diimplementasikan, HIMA PERSIS Sumut diproyeksikan mampu melahirkan barisan pemikir muda yang siap mengisi pos-pos kepemimpinan strategis di Sumatera Utara. Langkah ini sekaligus menjadi benteng sosial yang kokoh dalam menekan angka kriminalitas remaja serta degradasi moral yang kian mengkhawatirkan di kota-kota besar sekelas Medan.
Demi mengonversi visi besar tersebut menjadi aksi konkret yang terukur, PW HIMA PERSIS Sumatera Utara di bawah komando baru dipandang perlu segera menyusun cetak biru (blueprint) gerakan yang sistematis, adaptif, dan berorientasi jangka panjang.
Langkah taktis permulaan dapat diwujudkan melalui ekspansi komisariat berbasis riset ilmiah di berbagai perguruan tinggi terkemuka di Sumatera Utara, serta mengoptimalkan platform digital sebagai instrumen syiar kontemporer dan kontrol sosial yang konstruktif terhadap kebijakan publik.
Di samping itu, penguatan sinergi kemitraan strategis dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Kesbangpol, institusi penegak hukum, serta elemen Organisasi Kepemudaan (OKP) lainnya menjadi mutlak diperlukan.
Kolaborasi multisektor ini diarahkan untuk merumuskan formulasi pembinaan pemuda yang inklusif, memasifkan edukasi preventif terkait bahaya narkoba langsung ke akar rumput, serta menghidupkan kembali ruang-ruang dialektika ilmiah yang mampu menjawab tantangan riil bangsa secara nyata dan berkesinambungan. (Red/JI)









