Medan – Kasus penggelapan uang perusahaan kembali mencuat di Kota Medan, kali ini menimpa Toko Grosir Amara Jaya. Muhammad Adrian, warga asal Langsa yang bekerja sebagai kasir, dilaporkan ke Polrestabes Medan setelah diduga menggasak uang toko senilai Rp82.000.000. Ironisnya, uang puluhan juta tersebut diduga kuat habis digunakan pelaku untuk memuaskan syahwat judi online.
Laporan tersebut tertuang dalam surat laporan polisi nomor LP/B/1069/III/2026/SPKT/Polrestabes Medan tertanggal 14 Maret 2026. Korban sekaligus pemilik toko, Dedi Saputra, pengusaha asal Aceh Utara, mengaku mengalami kerugian mencapai Rp82.000.000 yang terjadi selama kurun waktu tiga bulan.
Kronologi Terungkapnya Kasus
Kuasa hukum korban, Aulia Arifandi, SH, MH, menjelaskan bahwa dugaan penggelapan ini mulai tercium saat kliennya melakukan audit rutin di toko yang beralamat di Jl. Budi Pembangunan, Kel. Pulo Brayan Darat II, Medan Barat.
“Saat audit, klien kami menemukan kejanggalan besar antara jumlah barang yang terjual dengan pemasukan yang ada, saat dikonfrontasi, terlapor akhirnya mengaku. Berdasarkan informasi yang kami terima, uang hasil penggelapan tersebut diduga kuat lari ke meja judi online. Inilah yang memicu kekecewaan luar biasa dari klien kami,” ungkap Aulia, Minggu (15/3/2026).
Klarifikasi Terkait Isu Penganiayaan
Menanggapi pemberitaan di salah satu media massa yang menyebutkan adanya penyekapan dan penganiayaan berat terhadap pelaku, Aulia Arifandi memberikan klarifikasi tegas. Ia menilai narasi yang dibangun media tersebut sangat berlebihan.
Aulia tidak menampik adanya kontak fisik, namun ia menekankan bahwa hal itu adalah reaksi spontan karena rasa kecewa yang mendalam terhadap orang kepercayaan.
Reaksi Spontan: Klien kami memukul pelaku sebanyak tiga kali karena merasa dikhianati oleh orang kepercayaannya.
Bantahan Penyekapan: Pihak kuasa hukum membantah keras adanya tindakan penyekapan atau penghajaran habis-habisan sebagaimana diberitakan media lain.
Tanggung Jawab Hukum: “Klien saya siap bertanggung jawab atas tindakannya (pemukulan), namun terlapor juga harus mempertanggungjawabkan kerugian puluhan juta yang dialami toko tersebut,” tegas Aulia.
Detail Keterangan
Lokasi Kejadian Toko Grosir Amara Jaya, Medan Barat
Total Kerugian Rp82.000.000
Ketidaksesuaian data penjualan dan pemasukan (Audit)
Status Hukum Laporan resmi telah diterima Polrestabes Medan
Ini bukan sekadar soal uang, tapi soal kepercayaan yang dikhianati. Sangat disayangkan jika fokus kasus ini justru bergeser karena bumbu-bumbu cerita yang hiperbolis. Dedi Saputra hanya seorang pengusaha yang mencari keadilan setelah dikhianati oleh orang yang ia anggap tangan kanannya sendiri.










