Scroll untuk baca artikel
#
banner 728x90
RagamReligiSumut

Bila Senja Telah Diufuk Barat

Avatar photo
10
×

Bila Senja Telah Diufuk Barat

Sebarkan artikel ini

Marhalah syaikhûhah atau masa tua merupakan fase terakhir yang akan dihadapi dan dialami manusia. Saat fase ini mulai datang, kekuataan fisik sedikit demi sedikit menyusut, ketajaman mata mulai berkurang sehingga dibutuhkan alat bantu untuk melihat.

Google Image. Bila Senja Telah di Ufuk Barat

Medan-wartaindonesia.org. Bila usia telah disenja hari, ini masuk tahapan akhir dari siklus kehidupan manusia, umumnya dimulai pada usia 60 tahun ke atas. Pada fase ini telah  terjadi penurunan fungsi fisik, kognitif, dan perubahan psikis. Ini merupakan masa transisi yang memerlukan penyesuaian gaya hidup, sosial, dan emosional, serta momen untuk merefleksikan pengalaman hidup.

Allah ﷻ berfirman :

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُونُوا شُيُوخًا ۚ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّىٰ مِنْ قَبْلُ ۖ وَلِتَبْلُغُوا أَجَلًا مُسَمًّى وَلَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Artinya : Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup) sampai tua. Di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya). (QS Al-Mukmin 40:67)

Hal demikian sudah menjadi salah satu sunnatullah. Tidak ada seseorang yang akan terus dalam satu fase secara terus-menerus. Ringkasnya, tidak mungkin seseorang akan berwujud pemuda selama ia hidup di dunia ini. Suatu yang mustahil tanpa mengalami perkembangan menuju fase berikutnya.

Marhalah syaikhûhah atau masa tua merupakan fase terakhir yang akan dihadapi dan dialami manusia. Saat fase ini mulai datang, kekuataan fisik sedikit demi sedikit menyusut, ketajaman mata mulai berkurang sehingga dibutuhkan alat bantu untuk melihat.

Kemampuan daya ingat menurun, kulit mengendur serta guratan-guratan piqmen tanda penuaan bermunculan. Uban memutih sedikit demi sedikit menghiasai kepala.

READ  Kantah Pematangsiantar Gelar Upacara HUT ke-80 RI, Imansyah Lubis Ajak Pegawai Jaga Semangat Kemerdekaan

Pada fase ini juga berbagai penyakit-penyakit degeneratif pun banyak muncul.Tak sedikit yang menolak fase ini. Merogoh dompet mencoba untuk opas agar terlihat muda kembali. Bahkan  ikutan group gymnastic atau senam yang berfokus pada peningkatan kekuatan, kelenturan, keseimbangan, untuk perawatan tubuh yang mulai menua. Namun takdir tua tak juga dapat diingkari.

Allâh ﷻ berfirman:

وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ ۖ أَفَلَا يَعْقِلُونَ

Artinya : Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadiannya. Maka apakah mereka tidak memikirkannya?. (QS Yaasiin 36:68)

Masa senja kerapkali dibuat bingung hendak mengisi waktu dengan kegiatan seperti apa, sehingga tidak sedikit lansia menghabiskan waktunya berangan-angan, bahkan bernostalgia saat masih ia memiliki kejayaannya.

Padahal kegiatan sosial memanfaatkan diri agar berguna untuk orang lain tidak sedikit. Maka munculah power sindrom, “saat saya aktif dulu, semua pekerjaan sebelum dilelang harus ada disposisi saya, kalau tidak batal itu proyek”.  Ada lagi yang menyebut, “karena saya, si Daoed itu bisa duduk dijabatannya sekarang ini, begitupun saya ikhlas membantunya”.

Untuk merubahnya perlu ada pembiasaan baru yang tidak hanya terfokus memenuhi kebutuhan fisik saja, tetapi juga kebutuhan emosional, sosial, dan spiritual.

Apakah seseorang akan memperoleh kesenangan dan kebahagiaan yang lebih ketika dianugerahi usia yang lebih panjang daripada sebaya yang lainnya?. Usia yang panjang termasuk nikmat muqayyad yang tidak otomatis orang yang memilikinya lebih baik daripada yang tidak memperolehnya.

Masa tua akan menjadi nikmat yang sebenarnya, apabila pemiliknya memanfaatkannya dalam urusan-urusan kebaikan, amal shaleh dan ketaatan kepada Rabbnya, Allâh ﷻ.

Rasulullah ﷺ bersabda,

خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمُلُهُ

Artinya : Sebaik-baik orang adalah orang yang panjang umurnya dan amalannya baik. (HR. At-Tirmidzi)

READ  Menjadi Narasumber Simposium Pendidikan Islam, KH. M. Nuh Nilai Perlunya Sinergi antara Pemerintah, Dunia Digital dan Lembaga Pendidikan di Era Digital

Hadits ini menunjukkan tentang keutamaan orang yang berusia panjang, bila disertai dengan amalan yang baik, yaitu amalan yang memenuhi syarat dan rukun yang dikerjakan sesuai petunjuk Rasulullah ﷺ dengan keimanan dan berharap pahala dari Allâh Azza wa Jalla.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَتَمَنَّ أَحَدُكُمُ الْمَوْتُ وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ. إِنَّهُ إِذَا مَاتَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ,  وَإِنَّهُ لَا يَزِيْدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا

Artinya : “Janganlah seseorang dari kalian mengharapkan kematian. Dan jangan pula berdoa agar segera mendapat kematian sebelum kematian itu datang kepadanya. Sesungguhnya bila ia mati, maka terputuslah amalannya dan bahwa tidaklah usia seorang mukmin itu bertambah pada dirinya kecuali akan menambah kebaikan”. (HR. Muslim, No. 2682)

Maka, sudah selayaknya siapa saja yang telah berada pada senja diufuk barat, hendaknya lebih besar komitmennya mendekatkan diri kepada Allah ﷻ.

Walaupun komitmen mendekatkan diri pada Allah menjadi tuntutan atas setiap orang pada semua fase kehidupannya, namun pada fase ini telah terbentuk pada diri seseorang kemampuan yang besar untuk mengendalikan diri dari hawa nafsu syahwatnya.

  • Penulis: Tauhid Ichyar
  • Ka.Kantor Laz Persis Sumut
    Anggota Komisi Sosial dan Penanggulangan Bencana MUI Sumatera Utara.

 

Dukung Jurnalisme Warta Indonesia

Dalam segala situasi, Warta Indonesia berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.

Berikan Apresiasi Sekarang
   
banner 728x90