Scroll untuk baca artikel
#
banner 728x90
KriminalMedia

Arogansi Memuncak! Humas PT Umbul Mas Wisesa Diduga Intimidasi Warga dan Wartawan Terkait Truk Overload

Avatar photo
173
×

Arogansi Memuncak! Humas PT Umbul Mas Wisesa Diduga Intimidasi Warga dan Wartawan Terkait Truk Overload

Sebarkan artikel ini
Arogansi Memuncak! Humas PT Umbul Mas Wisesa Diduga Intimidasi Warga dan Wartawan Terkait Truk Overload

TANJUNG MULIA – Situasi di Desa Tanjung Mulia kini berada di titik didih. Meski protes warga telah menggema, dua unit kendaraan berat jenis Tronton terpantau kembali nekat merangsek masuk ke jalur pemukiman menuju area operasional PT Umbul Mas Wisesa.

Aktivitas yang dinilai menantang aturan ini memicu konfrontasi panas yang melibatkan warga lokal, awak media, dan pihak perusahaan di lapangan.

Berdasarkan bukti autentik berupa surat jalan dari CV. Moga Jaya Abadi tertanggal 21 Januari 2026 yang berhasil diamankan, tertera jelas bahwa PT Umbul Mas Wisesa di Labuhanbatu Selatan adalah penerima resmi material tersebut. Dokumen ini menjadi bukti tak terbantahkan mengenai aktivitas distribusi yang dituding sebagai biang kerusakan infrastruktur desa.

Dalam dokumen tersebut, armada bernomor polisi B 9631 TYZ yang dikemudikan Adi Sudarto mengangkut material konstruksi dengan kategori beban “Tronton”. Kehadiran dua unit kendaraan raksasa ini secara bersamaan dianggap oleh warga sebagai tindakan “ugal-ugalan” yang secara terang-terangan mengabaikan kapasitas tonase jalan desa yang sangat terbatas.

Upaya konfirmasi yang dilakukan masyarakat dan wartawan di lokasi justru berujung ricuh dan penuh ketegangan. Alih-alih memberikan klarifikasi terkait izin lintasan atau solusi atas dampak kerusakan jalan, Irwan Harahap yang dikenal sebagai Humas PT Umbul Mas Wisesa, justru menunjukkan reaksi yang sangat reaktif dan meledak-ledak.

Adu mulut sengit pun tak terelakkan melalui sambungan telepon di lokasi kejadian. Bukannya memberikan penjelasan administratif yang profesional atau menunjukkan dokumen resmi dari dinas terkait, oknum Humas tersebut diduga kuat melontarkan kalimat bernada ancaman yang mencoreng etika komunikasi perusahaan.

READ  Hadiri Pelatihan Jurnalistik dan Desain Grafis, Senator Muhammad Nuh Ajak Milenial Muslim Jadi Komunikator Yang Baik

“Ku gas kau nanti Fin!” bentak Irwan Harahap, sebuah kalimat intimidasi yang diarahkan kepada pihak yang tengah berusaha meluruskan aturan jalan desa di hadapan kerumunan warga.

Sikap arogan yang dipertontonkan pihak Humas ini seolah menyiram bensin ke dalam api, menyulut kemarahan warga Desa Tanjung Mulia lebih dalam lagi. Masyarakat menilai PT Umbul Mas Wisesa tidak hanya menjadi “perusak” infrastruktur desa melalui kendaraan overload, tetapi juga menunjukkan sikap anti-kritik dan etika buruk terhadap warga lokal yang terdampak.

Hingga laporan ini dipublikasikan, Pemerintah Desa Tanjung Mulia tetap konsisten pada pendiriannya: tidak ada koordinasi maupun izin sah bagi perusahaan untuk melintasi jalur tersebut dengan beban berlebih.

Sebagai bentuk perlawanan, warga mengancam akan melakukan aksi blokade jalan secara swadaya jika kendaraan berat tersebut terus melintas tanpa menghormati regulasi dan kedaulatan desa.

Kini, warga Desa Tanjung Mulia sangat berharap adanya ketegasan dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera turun tangan memberikan sanksi tegas atas pelanggaran tonase tersebut. Masyarakat menuntut adanya “win-win solution” yang konkret agar aktivitas perusahaan tidak mengorbankan fasilitas publik yang dibangun dari uang rakyat.

Warga berharap mediasi segera dilakukan guna menghasilkan kesepakatan yang saling menguntungkan, sehingga konflik horizontal ini tidak terus berlarut dan memicu kericuhan yang lebih besar di kemudian hari.

Laporan: Bustamin Arifin Rambe

Dukung Jurnalisme Warta Indonesia

Dalam segala situasi, Warta Indonesia berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.

Berikan Apresiasi Sekarang
   
banner 728x90