MEDAN-wartaindonesia.org. Sesungguhnya bakhil adalah penyakit hati yang sangat kronis dan berbahaya. Sifat bakhil yang diperturutkan akan mencelakan diri para pelakunya. Bakhil dalam bahasa arab biasa disebut dengan assyuhha yang artinya, pelit, badangkik.
Allah ﷻ berfirman:
لَا يَحۡسَبَنَّ ٱلَّذِينَ يَبۡخَلُونَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦ هُوَ خَيۡرٗا لَّهُمۖ بَلۡ هُوَ شَرّٞ لَّهُمۡۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُواْ بِهِۦ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ وَلِلَّهِ مِيرَٰثُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ
Artinya : Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. Ali Imran 3:180)
Sedang dalam istilah lain adalah bakhilnya seseorang terhadap harta dan segala kebaikan yang ada pada dirinya untuk orang lain. Sederhananya bakhil bisa diartikan dengan seseorang menahan hartanya untuk tidak dikeluarkan.
Sifat bakhil tidak hanya membawa kerugian namun merusak tatanan umat, karena menyebabkan banyak orang yang tidak bisa menikmati hidup atau sengsara akibat sifat bakhilnya.
Baca Juga :
- Sosok Pemimpin Panutan
- Belajar Ikhlas dari yang Pergi
- Wakil Dewan Pertimbangan MUI Sumut Serahkan Majalah Media Ulama ke Wamen
- Warung Kopi Wak Dollah : “Menjaga Persahabatan”
Firman Allah SWT :
زُيِّنَ لِلنَّا سِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَآءِ وَا لْبَـنِيْنَ وَا لْقَنَا طِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَا لْفِضَّةِ وَا لْخَـيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَا لْاَ نْعَا مِ وَا لْحَـرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَا عُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ وَا للّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰ بِ
Artinya : “Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali ‘Imran 3: 14)
Sesungguhnya sifat bakhil muncul karena dua sebab, *pertama* dikarenakan sangat cinta duniawi, harta dikumpulkan sebanyak-banyaknya dan berupaya agar hartanya itu tetap ia miliki dan bakhil bersedeqah kepada orang pantas mendapatkannya. *Kedua* karena ambisius, mersa dengan harta semua bisa dibuat, ia tertipu dengan hidup yang mengikuti hawa nafsu.
Rasulullah ﷺ bersabda :
إِيَّاكُمْ وَالشُّحَّ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِالشُّحِّ أَمَرَهُمْ بِالْبُخْلِ فَبَخَلُوا وَأَمَرَهُمْ بِالْقَطِيعَةِ فَقَطَعُوا وَأَمَرَهُمْ بِالْفُجُورِ فَفَجَرُوا
Artinya : “Hendaklah kalian jauhi sifat bakhil, maka sesungguhnya telah celaka orang-orang sebelum kalian dengan kebakhilan ; memerintahkan kepada mereka dengan kebakhilan kemudian mereka bakhil, dan memerintahkan kepada merela untuk memutus silaturrahmi kemudian mereka putus, dan memerintahkan kepada mereka dengan perbuatan dosa kemudian ia melakukannya.” (HR. Abu Daud)
Meninggalkan sifat bakhil sangatlah dianjurkan bahkan diperintahkan, hal ini selaras dengan firman-Nya atau dari hadis-hadis Nabi ﷺ.
Hadits Rasulullah ﷺ :
عنْ أبي بكرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قالَ: قالَ رسولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ خَبٌّ، وَلَا بَخِيلٌ، وَلَا سَيِّئُ الْمَلَكَةِ
Artinya : Dari Abu Bakar As Siddiq, Rasulullah ﷺ bersabda “tidak akan masuk surga orang-orang yang menipu, kikir dan orang-orang yang buruk mengurusi miliknya”. (HR. Tirmizi)
Dengan ayat dan hadis di atas, kita bisa pahami bahwa Allah ﷻ sangat mencela orang-orang yang memiliki sifat bakhil, sehingga Allah pun tidak segan-segan untuk mengancam kepada orang yang memiliki sifat tersebut, yaitu harta yang mereka akan dikalungkan kelak di hari kiamat dan diancam untuk tidak masuk surga.
Sesungguhnya orang-orang yang telah diberi harta dan limpahan karunia oleh Allah ﷻ kemudian mereka bakhil, tidak mengeluarkan kewajiban zakat, infak atau sedekah adalah sangat tercela.
Janganlah sekali-kali kebakhilan itu dianggap baik dan menguntungkan bagi mereka. Harta benda kekayaan akan tetap utuh dan tidak kurang bila dinafkahkan di jalan Allah bahkan akan bertambah dan diberkahi.
Sabda Rasulullah ﷺ :
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْقَبْرِ
Artinya : “Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari bakhil, aku berlindung kepada-Mu dari penakut, aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan ke usia yang terhina, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan siksa kubur.” (HR. Bukhari).
Ibnu Umar ra. berkata, “Aku datang menemui Rasulullah ﷺ bersama sepuluh orang, lalu salah seorang dari kaum Anshar bertanya,”‘Siapakah orang yang paling cerdas dan paling mulia, wahai Rasulullah?”, Beliau ﷺ menjawab,
أَكْثَرُهُمْ ذِكْرًا ِللْمَوْتِ وَأَشَـدُّهُمْ إِسْتِعْدَادًا لَهُ أُولَئِكَ هُمُ اْلأَكْيَاسُ ذَهَبُوْا ِبشَرَفِ الدُّنْيَا وَكَرَامَةِ اْلآخِرَةِ
Artinya: Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya. Mereka itulah orang-orang cerdas. Mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kemuliaan akhirat’. ” (HR Ibnu Majah)
Semoga tidak ada diantara kita yang bakhil dengan harta sebagai karunia Allah ﷻ, apalagi dengan sepenuh hati memelihara kebakhilan.
Dan semoga Allah ﷻ mensejahterakan hidup, meringan tangan dalam melakukan kebaikan, melapangkan dada untuk berzakat, bersedekah, berinfak dan menjauhkan kita dari sifat bakhil.
- Penulis : Tauhid Ichyar
- Ka.Kantor LAZ PERSIS Sumut, Anggota MUI Sumut










