Scroll untuk baca artikel
#
Bisnis

Sumatra Investment Day 2026: Bupati Karo Dorong Investasi Strategis Sektor Kesehatan, Pertanian, dan Pariwisata

16
×

Sumatra Investment Day 2026: Bupati Karo Dorong Investasi Strategis Sektor Kesehatan, Pertanian, dan Pariwisata

Sebarkan artikel ini
Sumatra Investment Day 2026: Bupati Karo Dorong Investasi Strategis Sektor Kesehatan, Pertanian, dan Pariwisata

MEDAN, WARTA INDONESIA – Bupati Karo, Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., menghadiri langsung forum investasi regional Sumatra Investment Day (SID) 2026. Acara yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Utara tersebut digelar di Ballroom Hotel Adimulia, Medan, pada Kamis (23/7/2026). Perhelatan berskala regional ini resmi dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution.

Sumatra Investment Day 2026 menjadi panggung penting yang mempertemukan pemerintah daerah, korporasi investor, serta pemangku kepentingan guna mempromosikan potensi investasi unggulan dari 10 provinsi di Pulau Sumatera. Mengusung tema besar “Invest, Innovate, Inspire: Advancing Sumatra Through Downstream Industry and Tourism Excellence”, forum ini dirancang sebagai wadah strategis untuk memperkuat sinergi hilirisasi industri dan keunggulan pariwisata demi memicu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam agenda ini, Bupati Karo didampingi oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karo.

Pada sesi diskusi interaktif bersama para narasumber dan calon investor, Bupati Karo memaparkan lembaran potensi komoditas unggulan yang dimiliki Bumi Turang. Ia mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan para pemangku kepentingan untuk menjembatani Pemerintah Kabupaten Karo dengan para pemodal yang berniat menanamkan investasinya di daerah tersebut.

Secara spesifik, Bupati Karo meminta agar Kabupaten Karo dapat dikoneksikan dengan investor yang bergerak di tiga sektor utama, yaitu kesehatan, pertanian, dan pariwisata. Ketiga sektor ini dinilai memiliki daya ungkit besar untuk dikembangkan secara masif dan berdampak langsung terhadap akselerasi perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat lokal.

Bupati Karo menjelaskan bahwa wilayahnya memiliki keunggulan komparatif mutlak di bidang pertanian hortikultura, yang selama ini telah eksis sebagai salah satu sentra produksi terbesar di Sumatera Utara. Di sektor lain, industri pariwisata yang disokong keindahan lanskap alam, kekayaan budaya, serta keberadaan destinasi strategis seperti Berastagi dan sekitarnya, terus mengalami tren pertumbuhan positif sehingga memerlukan dukungan investasi jangka panjang. Tidak kalah penting, penguatan sektor kesehatan terintegrasi dinilai mendesak guna mengatrol kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung ekosistem kawasan wisata.

READ  Patuhi Instruksi Bupati Karo, Warga Kabanjahe Serentak Galakkan Disiplin Kebersihan Lingkungan

“Kami berharap melalui Sumatra Investment Day ini terjalin komunikasi bisnis yang lebih luas dengan para investor sehingga peluang investasi di Kabupaten Karo dapat segera terealisasi. Pemerintah Kabupaten Karo berkomitmen penuh memberikan kemudahan perizinan investasi sesuai ketentuan yang berlaku, demi mendorong pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Dr. dr. Antonius Ginting.

Melalui keikutsertaan aktif dalam Sumatra Investment Day 2026, Pemerintah Kabupaten Karo optimistis jalinan kerja sama investasi yang terbangun akan mampu mempercepat laju pembangunan daerah. Sinergi ini ditargetkan dapat membuka lapangan kerja baru, mendongkrak nilai tambah sektor-sektor unggulan, serta memperkokoh posisi tawar Kabupaten Karo sebagai salah satu destinasi investasi paling potensial di Sumatera Utara.

Kabupaten Karo yang terletak di dataran tinggi pegunungan Bukit Barisan telah lama dikenal sebagai lumbung pangan Sumatera Utara, khususnya untuk komoditas buah-buahan dan sayur-mayur. Selama ini, sebagian besar hasil pertanian Karo dijual dalam bentuk bahan mentah (raw material). Melalui forum SID 2026, peluang investasi diarahkan pada sektor hilirisasi, seperti pembangunan pabrik pengolahan makanan berbasis hortikultura dan pengemasan modern. Langkah ini dinilai mampu memberikan nilai tambah (value added) yang tinggi bagi petani lokal dan menembus pasar ekspor yang lebih luas.

Pengembangan pariwisata di kawasan Berastagi dan sekitarnya saat ini terus dipacu seiring dengan rencana perbaikan aksesibilitas dan konektivitas transportasi dari Kota Medan menuju Tanah Karo. Investasi di sektor pariwisata tidak hanya mencakup pembangunan hotel dan resor berbintang, tetapi juga pengembangan destinasi berbasis eco-tourism dan sport tourism. Kehadiran investor baru diharapkan mampu merevitalisasi fasilitas wisata agar memiliki standar internasional guna menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara secara berkelanjutan.