WARTA INDONESIA | Kabanjahe — Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes., secara resmi menerima kunjungan Tim Verifikasi Program Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang didampingi oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP).
Kunjungan kerja ini dilakukan dalam rangka verifikasi lapangan atas usulan pembangunan sarana pendidikan di wilayah Kabupaten Karo, Sabtu (23/5/2026).
Agenda krusial ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP., MM., jajaran kepala perangkat daerah, Camat Tigapanah, kepala desa, tokoh masyarakat, serta tim verifikasi pusat.
Dalam sambutannya, Bupati Karo menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Karo dalam meningkatkan kualitas pendidikan sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Guna merealisasikan target tersebut, Pemerintah Kabupaten Karo telah mengusulkan dua lokasi strategis untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi, yakni di wilayah Kecamatan Merek dan Kecamatan Tigapanah.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa Pemkab Karo telah mematangkan berbagai persyaratan prinsipil, mulai dari kesiapan administrasi, legalitas lahan, hingga dukungan penuh dari elemen masyarakat demi memastikan keberhasilan program strategis ini.
“Pembangunan sekolah ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi muda Karo yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing,” ujar Bupati.
Melalui momentum ini, Pemkab Karo berharap penuh agar usulan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Kecamatan Merek dan Tigapanah mendapat persetujuan dan dukungan dari pemerintah pusat demi mempercepat pemerataan serta peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Karo.
Program Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan salah satu inisiatif strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam mewujudkan pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia.
Program ini mengintegrasikan jenjang pendidikan dalam satu kawasan terpadu guna meminimalkan kendala geografis dan efisiensi pengelolaan pendidikan di tingkat daerah.
Melalui konsep ini, lembaga pendidikan akan dilengkapi dengan sarana pembelajaran modern, kurikulum kontekstual yang komprehensif, serta fasilitas penunjang mutakhir seperti laboratorium sains dan perpustakaan berbasis digital.
Penunjukan Kecamatan Merek dan Tigapanah sebagai lokasi usulan didasarkan pada hasil kajian zonasi wilayah penyangga yang membutuhkan penetrasi fasilitas pendidikan berkualitas tinggi secara cepat.
Realisasi proyek pembangunan ini diproyeksikan membawa dampak positif yang signifikan terhadap indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Karo.
Selain menekan angka putus sekolah akibat faktor mobilitas yang jauh, kehadiran fasilitas ini juga diprediksi mampu menstimulus pertumbuhan ekonomi lokal melalui aktivitas penyediaan jasa dan perdagangan di sekitar kawasan sekolah.
Sebagai langkah preventif guna memastikan kelancaran proyek, Pemerintah Kabupaten Karo telah mengamankan kepastian hukum aset lahan agar berstatus clear and clean.
Pemkab Karo juga secara aktif mengandeng para tokoh adat, kepala desa, dan elemen masyarakat lokal sebagai langkah solutif dalam membangun komunikasi yang harmonis serta menjamin stabilitas sosial selama proses konstruksi berlangsung. (WI/Akorta)









