Scroll untuk baca artikel
#
Lingkungan

Voluntir Waerebo Gelar Aksi “Marsirimpah” di Desa Sianipar Hail-hail, Perkuat Ekologi, Literasi, dan Kreativitas Anak

37
×

Voluntir Waerebo Gelar Aksi “Marsirimpah” di Desa Sianipar Hail-hail, Perkuat Ekologi, Literasi, dan Kreativitas Anak

Sebarkan artikel ini

Toba – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan serta pendidikan masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan voluntir bertajuk “Marsirimpah”, yang diselenggarakan oleh Komunitas Waerebo bersama sejumlah komunitas dan mitra kolaborasi di Desa Sianipar Hail-hail, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Sabtu (11/7/2026).

Mengusung tema “Sinergi Konsolidasi Ekologi Riparian, Revitalisasi Literasi Komunitas, dan Edukasi Sinematik,” kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi lintas komunitas dalam membangun kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, penguatan budaya literasi, serta pengembangan kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda di kawasan Danau Toba.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai komunitas, di antaranya Klinik Reboisasi, Republik Alfatha, RAIS, serta sejumlah komunitas lainnya yang memiliki visi yang sama dalam pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa istilah “Marsirimpah” berasal dari bahasa Batak yang berarti gotong royong. Nilai tersebut menjadi semangat utama dalam seluruh rangkaian kegiatan, yakni membangun kolaborasi untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian kawasan Danau Toba.

“Melalui semangat marsirimpah, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, mengembangkan potensi desa, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kreativitas anak-anak sebagai generasi penerus,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, para relawan mengadakan berbagai aktivitas edukatif dan interaktif, mulai dari pembelajaran kreatif, permainan edukatif, outbound, hingga penguatan literasi bagi anak-anak desa. Suasana penuh keceriaan terlihat ketika para peserta mengikuti berbagai permainan yang dirancang untuk melatih kerja sama, kepemimpinan, komunikasi, dan rasa percaya diri.

Selain fokus pada pengembangan karakter anak, para relawan juga mengajak masyarakat untuk mengenali dan menggali potensi kearifan lokal yang dimiliki kawasan Danau Toba. Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia yang dikenal hingga mancanegara, Danau Toba tidak hanya menawarkan panorama alam yang memukau, tetapi juga menyimpan kekayaan budaya, tradisi, dan nilai-nilai lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

READ  Workshop Implementasi Pembelajaran Mendalam bagi Guru Pai se Kabupaten Dairi.

Melalui pendekatan edukasi sinematik, peserta juga diperkenalkan pada pentingnya mendokumentasikan cerita, budaya, dan kehidupan masyarakat sebagai upaya menjaga identitas lokal sekaligus memperkenalkannya kepada khalayak yang lebih luas.

Komunitas Waerebo berharap kegiatan voluntir ini mampu menjadi langkah awal dalam membangun sinergi yang berkelanjutan antara komunitas, masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga kelestarian lingkungan riparian Danau Toba, memperkuat budaya literasi, serta mengembangkan potensi generasi muda berbasis kearifan lokal.

Dengan semangat Marsirimpah, para relawan optimistis bahwa kolaborasi dan gotong royong akan terus menjadi fondasi dalam menciptakan masyarakat yang peduli lingkungan, mencintai budaya, serta siap menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan identitas lokal yang menjadi kebanggaan kawasan Danau Toba.

Dukung Jurnalisme Warta Indonesia

Dalam segala situasi, Warta Indonesia berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.

Berikan Apresiasi Sekarang