Medan– Wartaindonesia.org- Sebanyak 150 kader dan pengurus Persatuan Umat Islam (PUI) Sumatera Utara antusias mengikuti sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Ballroom Hotel Grand Inna, Selasa (10/2). Kegiatan yang menghadirkan narasumber Anggota MPR RI K.H. Muhammad Nuh ini menjadi momentum penguatan wawasan kebangsaan bagi salah satu organisasi kemasyarakatan Islam tertua di Indonesia tersebut. (9 /2/ 2026)
Ketua PUI Sumatera Utara, DR Syakira Zandi, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, pemahaman tentang Empat Pilar; Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap warga negara, termasuk kalangan muslimin.
“Sebagai organisasi Islam yang telah berkiprah sejak masa pergerakan kemerdekaan, PUI memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga dan merawat nilai-nilai kebangsaan. Sosialisasi ini sangat relevan untuk menyegarkan kembali pemahaman kami tentang bagaimana ber-Islam yang baik dalam bingkai NKRI,” ujar Syakira usai mengikuti acara.
Para peserta mengaku mendapatkan pencerahan dari pemaparan K.H. Muhammad Nuh yang mengaitkan nilai-nilai Islam dengan Empat Pilar Kebangsaan. Materi tentang bagaimana Pancasila sejalan dengan ajaran Islam mendapat perhatian khusus dari para kader PUI.
“Sangat mencerahkan. Beliau menjelaskan bahwa ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial itu semua adalah nilai-nilai yang diajarkan dalam Al-Qur’an. Jadi, tidak ada pertentangan antara keislaman dan kebangsaan,” tambah Ust. Zainal Arifin.
Dalam sesi diskusi, para pengurus PUI juga menyampaikan komitmennya untuk ikut serta dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kota Medan yang dikenal majemuk. Mereka menegaskan bahwa PUI akan terus menjadi garda terdepan dalam mensosialisasikan pentingnya persatuan di tengah keberagaman.
Salah satu peserta, Hj. Nurhasanah, mengaku akan membawa materi yang diperolehnya ke majelis taklim binaannya. “Ilmu ini harus kami turunkan ke ibu-ibu di pengajian. Agar mereka paham bahwa cinta tanah air adalah bagian dari iman, dan itu termaktub dalam Empat Pilar,” tuturnya.
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kejayaan bangsa Indonesia. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkala agar wawasan kebangsaan semakin mengakar di kalangan ormas Islam (red)










