Medan- wartaindonesia.org – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), K.H. Muhammad Nuh, menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang ditujukan kepada pengurus organisasi Salimah (Persaudaraan Muslimah) se-Kota Medan. Acara yang berlangsung di Aula Asrama Haji Medan pada Senin (9/2) ini dihadiri oleh ratusan kader muslimah dari berbagai kecamatan. (9 /2/ 2026)
Dalam pemaparannya, K.H. Muhammad Nuh menekankan pentingnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar MPR RI, yaitu Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.
“Para ibu dan pengurus Salimah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa, terutama dalam mendidik generasi penerus di lingkungan keluarga. Dengan memahami Empat Pilar, kita bisa menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman kepada anak-anak kita,” ujar K.H. Muhammad Nuh di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, politisi senior tersebut juga mengajak para kader Salimah untuk menjadi agen perdamaian dan perekat sosial di tengah masyarakat Majemuk Kota Medan. Ia menekankan bahwa keberagaman adalah sunnatullah yang harus dijaga dalam bingkai persatuan.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Salimah Kota Medan, menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap sosialisasi tersebut dapat memperkuat wawasan kebangsaan para anggotanya sehingga mampu berkontribusi positif dalam pembangunan daerah.
“Kami berterima kasih atas perhatian Bapak MPR RI kepada kaum ibu. Ilmu ini akan kami bawa ke komunitas masing-masing untuk menciptakan keluarga yang sadar akan nilai-nilai kebangsaan,” ungkapnya.
Acara yang berlangsung dengan dialogis ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan narasumber. Sosialisasi Empat Pilar ini merupakan bagian dari program MPR RI untuk terus Kegiatan ini bertujuan memperkuat karakter bangsa, menjaga persatuan dalam keberagaman, mencegah disintegrasi, serta memastikan generasi muda memahami dasar negara dalam bernegara. (Red)










