Scroll untuk baca artikel
#
banner 728x90
AkademikNasionalPolitik

Apakah Kemajuan Zaman Kini, Hanya Kembali Ke Zaman Jahiliyah ?

18
×

Apakah Kemajuan Zaman Kini, Hanya Kembali Ke Zaman Jahiliyah ?

Sebarkan artikel ini

Ironisnya, kita rajin memperbarui aplikasi, tetapi lupa memperbarui akhlak. Foto diberi filter agar tampak sempurna, sementara perilaku dibiarkan apa adanya.

Google Image. Kembali Jahiliyah
Google Image. Kembali Jahiliyah

MEDAN-wartaindonesia.org. Jangan buru-buru tersinggung membaca judul ini. Kita tidak sedang mencari siapa yang paling jahil, apalagi menuduh sesorang dungu dengan kebodohannya. Cobalah bercermin sebentar, jangan-jangan kecanggihan zaman, namun kebodohan manusia hanya berganti pakaian.

Dahulu jahiliah identik dengan kebodohan, penyimpangan, kesombongan, kezaliman, dan mengikuti hawa nafsu. Hari ini semuanya bisa tampil jauh lebih modern. Punya gelar tinggi belum tentu beradab. Memiliki teknologi canggih belum tentu bijaksana. Aktif di media sosial belum tentu memiliki kepedulian sosial.

Ironisnya, kita rajin memperbarui aplikasi, tetapi lupa memperbarui akhlak. Foto diberi filter agar tampak sempurna, sementara perilaku dibiarkan apa adanya. Begitulah manusia modern, cepat mengikuti tren, tetapi lambat memperbaiki diri.

Masuk Keruang Keluarga

Budaya dari berbagai penjuru dunia masuk ke ruang keluarga hanya melalui layar. Yang dahulu dianggap tidak pantas, perlahan dianggap biasa. Yang awalnya membuat malu, akhirnya justru dipamerkan. Ketika diingatkan, jawabannya sederhana: “Itu zaman dulu, sekarang sudah modern.”

Benarkah modern berarti bebas dari batas? Tidak semua yang baru itu baik. Dan tidak semua yang sedang ramai layak ditiru. Kita sering mengatakan, “Semua orang juga begitu.” Padahal banyaknya orang melakukan sesuatu tidak otomatis menjadikannya benar.

Yang lebih berbahaya adalah ketika jahiliah tidak lagi kita lihat sebagai penyakit masyarakat, tetapi justru kita jadikan gaya hidup. Kesombongan disebut percaya diri.

Pamer disebut berbagi kebahagiaan. Mengumbar aib disebut konten. Mengejek disebut candaan. Bahkan kebohongan disebut strategi.

Nama boleh diganti, hakikatnya tetap sama. Maka jangan terlalu sibuk menyalahkan zaman. Sebab zaman tidak pernah memaksa kita menjadi buruk. Manusialah yang memilih dan setiap pilihan memiliki akibat.

Zaman Sekarang Sudah Jahiliah

READ  Konsultasi Syarat Pengurusan Berkas Pertanahan, MPP Jadi Pilihan Masyarakat Cari Kepastian Layanan Pertanahan

Hari ini mungkin mendapat tepuk tangan. Besok mungkin mendapatkan keuntungan. Tetapi jangan lupa, ada konsekuensi yang tidak dapat diselesaikan dengan like, komentar, uang, jabatan, atau popularitas.

Karena itu, sebelum mengatakan “zaman sekarang sudah jahiliah,” tanyakan kepada diri sendiri: “Jangan-jangan sebagian sifat jahiliah itu sedang kita pelihara di dalam diri? Kalau jawabannya iya, tidak perlu malu untuk berubah”.

Sebab yang paling menyedihkan bukanlah pernah salah.Yang menyedihkan adalah mengetahui kesalahan, tetapi tetap memilih menikmatinya. Wallahu a’lam.

  • Penulis : Tauhid Ichyar
  • Pemerhati Lingkungan Sosial Masyarakat

Dukung Jurnalisme Warta Indonesia

Dalam segala situasi, Warta Indonesia berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.

Berikan Apresiasi Sekarang