Scroll untuk baca artikel
#
banner 728x90
AkademikHukumLingkunganNasionalPolitik

KARHUTLA: Kembali Wujudkan Harmoni dengan Alam

121
×

KARHUTLA: Kembali Wujudkan Harmoni dengan Alam

Sebarkan artikel ini

Karhutla bukan hanya soal asap dan titik api. Ini soal masa depan anak cucu, soal kesehatan, soal ekonomi, dan soal amanah kita sebagai khalifah di muka bumi

Google Image. KARHUTLA
Google Image. KARHUTLA

Medan-wartaindonesia.org. peringatan sudah berkali-kali disampaikan, mengapa hutan masih terus terbakar?
Kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla terus menjadi persoalan serius yang belum tuntas.Pertanyaan ini terus menggelayut: Apa yang kurang dari sisi pencegahan, pengawasan, hingga penegakan supremasi hukum?

Menilik ke belakang, penyebab Karhutla adalah kombinasi musim kemarau panjang yang diperkuat fenomena El Nino, ditambah aktivitas manusia. Kondisi ini membuat lahan dan gambut tropis sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan.

Berdasarkan data resmi Sistem Pemantauan Karhutla SiPongi Kementerian Kehutanan, total luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia pada semester pertama tahun ini telah mencapai 202.010,96 hektare.

Angka ini melonjak tajam hingga 366% jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Memasuki semester kedua, diprediksi angka ini terus meningkat. Lonjakan ini tak lepas dari dampak iklim kering.

Di luar faktor iklim, Al-Qur’an telah mengingatkan kita.

Allah SWT berfirman:
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.” (QS. Ar-Rum: 41)

Ayat ini jelas. Kerusakan lingkungan, termasuk kebakaran, adalah cermin dari ulah kita sendiri. Tujuannya satu: agar kita “kembali” kembali sadar, kembali menjaga, kembali berharmoni.

Rasulullah SAW juga telah memberi teladan dalam menjaga alam. Beliau bersabda:
“Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau tanaman, lalu burung memakannya, atau manusia, atau hewan, kecuali itu menjadi sedekah baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karhutla bukan hanya soal asap dan titik api. Ini soal masa depan anak cucu, soal kesehatan, soal ekonomi, dan soal amanah kita sebagai khalifah di muka bumi.

READ  Breaking News, Beutong Ateuh Dilanda Banjir Jalan Nasional Dikabarkan Lumpuh

Pencegahan harus diperkuat. Pengawasan harus diperketat. Penegakan hukum harus tanpa tebang pilih. Tapi di atas semua itu, yang paling mendasar adalah kesadaran.

Sudah saatnya kita kembali mewujudkan harmoni dengan alam. Karena menjaga hutan, sejatinya adalah menjaga diri kita sendiri.

Oleh: Abdul Aziz
Pemerhati lingkungan dan sosial masyarakat

Dukung Jurnalisme Warta Indonesia

Dalam segala situasi, Warta Indonesia berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.

Berikan Apresiasi Sekarang