Scroll untuk baca artikel
#
NasionalOrganisasi

KH. M. Nuh Buka Daurah Asatidz PW PERSIS Sumut

243
×

KH. M. Nuh Buka Daurah Asatidz PW PERSIS Sumut

Sebarkan artikel ini

Deli serdang- Wartaindonesia.org- Awal pelaksanaan Tahun Ajaran 2026/2027, Pimpinan Wilayah (PW) Persatuan Islam (PERSIS) Sumatera Utara menggelar Daurah Asatidz Kurikulum PERSIS 2026 dengan mengusung moto “Beradab, Berdakwah, dan Berpikir Kritis”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Juli 2026, di Pesantren As Shidiqin Hamparan perak, ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas guru dan pengajar di lingkungan PERSIS Sumatera Utara. (24/2026)

Kegiatan secara resmi dibuka oleh KH. Muhammad Nuh, MSP, Ketua PW PERSIS Sumatera Utara. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa guru PERSIS memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi Islam yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

“Guru bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi menjadi teladan dalam adab, penggerak dakwah, dan pembentuk cara berpikir kritis peserta didik. Kurikulum PERSIS harus mampu melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam akidah, dan siap memberikan kontribusi bagi bangsa,” ujar KH. Muhammad Nuh, MSP.

Daurah Asatidz merupakan bagian dari program pembinaan guru dan pengajar atau Training of Trainer (ToT) yang selama ini diselenggarakan secara terpusat oleh Pimpinan Pusat (PP) PERSIS melalui Bidang Tarbiyah. Program tersebut kemudian diteruskan kepada jajaran Pimpinan Wilayah agar dapat diimplementasikan secara optimal di seluruh satuan pendidikan PERSIS.
Hadir sebagai narasumber dari Bidang Pendidikan PP PERSIS, Dr. Cepi Triatna dan Dr. Acep Saefuddin, Dr. Tiar Anwar Bachtiar,Dr. Darwis Dll, yang memberikan pembekalan mengenai implementasi Kurikulum PERSIS 2026, metodologi pembelajaran, strategi pengajaran yang efektif, serta pendalaman ilmu syariat sebagai karakter utama pendidikan PERSIS.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan berbagai materi utama, mulai dari penguatan kurikulum khas PERSIS, metode pembelajaran yang inovatif, pengembangan kompetensi pendidik, hingga penguatan nilai-nilai keislaman yang menjadi ciri khas lembaga pendidikan PERSIS.
Melalui kegiatan ini, PW PERSIS Sumatera Utara berharap seluruh guru dan asatidz mampu menjadi pendidik yang profesional, berintegritas, serta mampu mengimplementasikan Kurikulum PERSIS 2026 secara utuh sehingga melahirkan generasi yang beradab, berdakwah, dan berpikir kritis, sesuai dengan visi besar pendidikan Persatuan Islam. (Red)