MEDAN-wartaindonesia.org. Dalam bukunya yang laris di seluruh dunia Atomic Habits, James Clear menyampaikan satu hukum sederhana: Perubahan besar tidak datang dari aksi besar, tapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan berulang-ulang.
Secara harfiah “Atomic” berarti atom, sangat kecil dan nyaris tak terlihat. Namun seperti atom yang menyusun alam semesta, kebiasaan kecil inilah yang menyusun hidup kita.
Clear juga menekankan: “Kita tidak akan naik setinggi target kita. Kita akan jatuh ke level sistem kebiasaan kita.”
Karena itu, fokusnya bukan pada tujuan, tapi pada sistem. Ubah 1% setiap hari.
Ahli psikologi BJ Fogg dari Stanford menyebutnya “Tiny Habits”.
Contoh: Setelah saya sholat subuh, maka saya jalan kaki 10 menit _kebiasaan kecil lalu saya bilang “Alhamdulillah”.
Thomas Edison menemukan bola lampu bukan dalam 1 malam. Tapi dari 10.000 percobaan kecil yang gagal.
Imam Bukhari menulis Shahih Bukhari selama 16 tahun. Setiap hari beliau sholat istikharah dan menulis beberapa hadits saja. Kecil, tapi jadi rujukan dunia.

Rasulullah SAW bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dikerjakan secara terus-menerus walaupun sedikit.” HR. Bukhari – Muslim
Islam menyebutnya Istiqomah. Sedikit tapi terus, lebih dicintai Allah daripada banyak tapi putus-putus. Dalam pandangan Islam ada sikap Ijabiyyah, artinya sikap positif dalam menjalani kehidupan. Diantara sikap ijabiyyah adalah tidak meremehkan perkara atau kebiasaan kecil.
Rasulullah SAW menegaskan: “Janganlah sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sekecil apapun, walaupun hanya dengan berwajah cerah saat bertemu saudaramu.” HR. Muslim
Apa yang disampaikan James Clear, jauh berabad-abad sebelumnya Al-Qur’an telah menyebutkan:
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya Dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat balasannya pula.” QS. Az-Zalzalah: 7-8
Maka bangun sistemnya. Mulai kecil. Mulai hari ini. Mulai sekarang.
1 langkah. 1 ayat, 1 senyum, 1 sampah dipungut.
Karena bangsa besar lahir dari pribadi-pribadi yang istiqomah dalam kebaikan kecil.
Dan Allah mencintai hamba-Nya yang terus melangkah, walau selangkah demi selangkah.
Walahu’Alam bishawab
Penulis : Abdul Aziz
Sekretaris Bidang Infokomdigi MUI Provinsi Sumut










