Kategori: Lifestyle

  • GUBSU, KETUM PBNU DAN MENSOS RI HADIRI RESEPSI PUTRI KETUA PWNU SUMUT

    GUBSU, KETUM PBNU DAN MENSOS RI HADIRI RESEPSI PUTRI KETUA PWNU SUMUT

    Medan – wartaindonesia.org- Suasana haru dan khidmat menyelimuti resepsi pernikahan pasangan dr. Nurhaliza Harahap (Liza) dan dr. Fikri Barliansyah Lubis (Barli) yang digelar pada Sabtu, 12 April 2025, di Gedung Madinatul Hujajj, Asrama Haji Medan.

    Liza merupakan putri pertama dari H. Marahalim Harahap, Ketua PWNU Sumatera Utara dan Hj. Syahfitri Daeng Tekne. Sedangkan mempelai pria, Barli, adalah putra kedua dari pasangan alm. Badrul Lubis dan Dahlena Siregar.

    Prosesi akad nikah berlangsung penuh kekhidmatan dengan kehadiran para Kyai dan para tokoh. KH. Yahya Cholil Staquf, Ketum PBNU, bertindak sebagai saksi pernikahan bersama Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Boby Afif Nasution.

    Membawakan khutbah nikah KH. Ahmad Said Asrori, Katib Aam PBNU, nasehat pernikahan oleh Sekjend PBNU yang juga Menteri Sosial R.I., H. Syaifullah Yusuf (Gus Ipul). Sementara Rois PWNU Aceh, Tengku KH. Nuruzzahri Yahya (Walid NU) yang memimpin doa memohonkan keberkahan bagi kedua pasangan muda ini.

    Gus Ipul menyampaikan dalam nasehat pernikahannya, “Perayaan resepsi adalah bentuk penghormatan terhadap syariat Islam dan tradisi nusantara. Sebagaimana Gus Dur pernah katakan, pernikahan itu sejatinya sederhana, namun seiring waktu dan budaya, ia berkembang. Maka, acara ini tidak hanya memuliakan syariat Islam, tetapi juga merawat budaya Nusantara.”

    Hadir juga Gubernur Jawa Timur, Hj. Khofifah Indar Parawansa yang turut berpesan kepada mempelai pria agar meniti jalan Nabi Muhammad Saw., yakni membawa bahtera keluarga yang kokoh dalam iman dan menggapai surga- Nya. Semoga keduanya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.”.

    H, Ashari Tambunan memuji resepsi ini yang sangat menekankan nilai-nilai kekeluargaan, “Saya melihat pancaran ketulusan dari kedua keluarga besar. Ini bukan sekadar pesta pernikahan, tapi juga pertemuan kasih sayang semua tamu yang penuh berkah,” tuturnya.

    Turut hadir H. Musa Rajekshah (Ijek), Bupati Deli Serdang H. Asri Ludin Tambunan, Wakil Bupati Serdang Bedagai H. Adlin Tambunan, serta sejumlah tokoh dari PBNU dan tokoh masyarakat Sumatera Utara lainnya.

    Tampak hadir juga Bupati dan Wakil Bupati Padang Lawas Utara, Bupati Labuhan Batu Utara, Bupati Simalungun, Walikota Pematangsiantar, Walikota Tebing Tinggi, Bupati Tapanuli Tengah, Bupati Batu Bara, para DPRD Sumut dan Kab/Kota.

    Hadir pula tokoh sesepuh NU KH. Kamaluddin Lubis dan KH Maratua Simanjuntak, rombongan InJourney Kualanamu, Rektor UIN SU Medan, Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Rektor UIN Walisongo Semarang. Kemudian H. Hasrul Azwar, Sekda Sumut, unsur Kementerian Agama Sumut, pengurus NU Sumut, PCNU Kab/Kota, Banom dan Lembaga NU baik Sumut maupun Kab/Kota serta PWNU dan PCNU se Aceh.

    Dibalut dekorasi elegan dengan nuansa adat dan modern yang berpadu serasi, acara berlangsung penuh kehangatan. Senyuman para tamu undangan dan iringan doa dari keluarga besar semakin menyempurnakan hari bahagia dr. Nurhaliza dan dr. Fikri.

    Dalam sesi akhir resepsi H. Marahalim Harahap selaku ayahanda mempelai wanita menyampaikan rasa syukurnya, “Kami berterima kasih atas kehadiran dan doa dari para sahabat, kerabat, serta tokoh-tokoh bangsa yang menyempatkan waktu hadir. Semoga silaturahmi ini terus terjaga, dan putra-putri kami menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat dan bangsa. Kami tidak dapat menyebut satu per satu, namun kehadiran semua sangat berarti,” ujarnya penuh haru. [ ]

  • Gelar Buka Puasa Bersama, Praja : “IKASI Sumut Gerak Cepat Siap Cetak Atlet Baru”

    Gelar Buka Puasa Bersama, Praja : “IKASI Sumut Gerak Cepat Siap Cetak Atlet Baru”

    Medan – wartaindonesia.org- Pengurus Provinsi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Sumatera Utara menggelar acara buka bersama yang bertujuan untuk memperkuat silaturahmi antar anggota dan atlet Anggar Sumatera Utara, bertempat di VIP Room Restauran Garuda Jl. Duku Adam Malik Medan. (21/3/2025)
    Dalam acara buka bersama, IKASI Sumatera Utara juga menyampaikan progres kerja dan pemaparan Legal Standing Organisasi.
    Praja Layrus Mandala, SS selaku ketua pengprov IKASI Sumatera Utara dalam Sambutanya menyampaikan bahwa IKASI Sumut Mempunyai Program – Program Jangka Pendek dan jangka Panjang.
    “Kita dari IKASI Sumut mohon support dan dukunganya kepada semua pihak, karena kita lagi memaksimalkan program – program, baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang, dalam waktu dekat kita akan bersosialisasi kesekolah – sekolah serta mengedukasi terkait cabang Olah Raga Aggar ini, IKASI Sumut akan bergerak cepat mencari bakat – bakat dan mencetak Atlet Baru” Ujarnya
    “Oleh Karena itu kita bermohon kepada Pembina, yaitu Bapak – bapak kami dari Kejatisu untuk membantu menjembatani IKASI Sumut dengan Kadispora dan KONI, karena dengan Legal Standing kita yang ada sekarang Atlet – atlet kita bukan hanya bisa masuk ke PON atau Kejurnas tapi juga dapat  berkiprah di event – event Internasional” Imbuh Praja
    Hadir dalam acara ini Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejati Sumut Arief Kadarman,SH,MH Mewakili Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, selaku Pembina.
    “Kita Siap membantu IKASI Sumut, untuk pengembangan Cabang Olah Raga Anggar ini supaya bisa berjalan lancar kedepanya, dan kita siap berkolaborasi, kami juga buka ruang – ruang diskusi kapan saja, baik dikantor ataupun diluar sambil ngopi – ngopi” terang Arif
    Acara semakin menarik saat momen – momen diskusi yang dipandu oleh Sekretaris Pengprov. IKASI Sumut Dr. M. Fauzan Azhmy.
    Acara buka bersama IKASI Sumatera Utara menunjukkan komitmen untuk memperkuat silaturahmi dan meningkatkan kebersamaan antar anggota dan atlet, Acara ini juga menjadi kesempatan bagi anggota IKASI untuk berdiskusi dan meningkatkan kesolidan.
    Acara ini dihadiri oleh anggota IKASI Sumut, Atlet, tokoh masyarakat, Pejabat Kejatisu, Awak Media, dan Organisasi Media. (Red)
  • Ajaib, Kisah Kumpulan Serigala Dapat Mengembalikan Ekosistem di Taman Nasional Yellowstone

    Ajaib, Kisah Kumpulan Serigala Dapat Mengembalikan Ekosistem di Taman Nasional Yellowstone

    Medan- wartaindonesia.org- Kedengarannya cukup fantastis dan aneh, menjadi sebuah pertanyaan besar bagaimana sekumpulan serigala dapat mengembalikan ekosistem secara alami di Taman Nasional Yellowstone, Amerika Serikat. Kisah ini bermula pada 1 Maret 1872 oleh Presiden Amerika Serikat, Ulysses S. Grant, menandatangani Undang-Undang tentang mendirikan Taman Nasional Yellowstone, menjadi Taman nasional pertama di dunia, bertujuan untuk melindungi keindahan alam nya, termasuk geyser, air panas, satwa liar, dan lanskap yang luar biasa.

    Pendirian taman ini menjadi tonggak penting dalam sejarah konservasi alam, sekaligus menciptakan model untuk sistem taman nasional di seluruh dunia.

    Ketika taman nasional Yellowstone didirikan belum ada perlindungan hukum bagi satwa-satwa liar.
    Pada tahun-tahun awal berdiri, para administrator, pemburu dan wisatawan bebas membunuh hewan buruan atau predator apa saja yang mereka temui.
    Dari sinilah bermula bahwa serigala abu-abu sangat rentan terhadap pembunuhan yang tidak beralasan, karena dianggap predator yang sengaja dimusnahkan di wilayah Amerika utara.

    Pada bulan Januari 1883, waktu itu mendagri Amerika Serikat Henry M. Teller mengeluarkan peraturan yang melarang perburuan sebagian besar hewan taman, aturan tersebut tidak berlaku bagi serigala, anjing hutan, beruang, singa gunung.

    Tahun 1885, Kongres membentuk Divisi Ornitologi Ekonomi dan Mamalogi dengan tujuan melakukan penelitian ilmiah demi perlindungan satwa liar.
    Badan tersebut yang selanjutnya menjadi cikal bakal Dinas Perikanan dan Satwa Liar AS. Tahun 1907, di bawah tekanan politik dari industri peternakan dan sapi.
    Badan ini memiliki program pengendalian predator terpadu.
    Program ini juga yg mengakibatkan kematian secara tragis 1.800 serigala, 23.000 anjing hutan di 39 hutan nasional AS pada tahun 1907 saja!!!!

    Tragedi pembunuhan terhadap predator seperti serigala di taman nasional Yellowstone adalah salah satu episode penting dalam sejarah ekologi.
    Selama akhir abad ke – 19 hingga awal abad ke – 20, serigala dianggap sebagai ancaman bagi manusia, dan ternak, karena itu program pemusnahan predator secara sistematis dilakukan oleh pemerintah dan penjaga taman.

    Pada awal tahun 1990-an, para penjaga dan pemburu membunuh serigala di Yellowstone dengan tujuan melindungi ternak dan mengontrol populasi satwa. Serigala terakhir di bunuh di taman tersebut pada tahun 1926.

    Dampak ekologis dari pembunuhan serigala sebagai predator puncak menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem.
    Populasi herbivora, seperti rusa besar (elk), melonjak tanpa kontrol alami, pada gilirannya merusak vegetasi dan habitat lainnya.

    Mereka memakan tumbuhan secara berlebihan terutama di sepanjang sungai dan padang rumput.

    Musnahnya serigala menyebabkan vegetasi seperti pohon willow, aspen, dan kapas tidak dapat tumbuh optimal karena rusa memakan tunas dan daun muda.

    Selain itu terjadi Degradasi Habitat, kerusakan vegetasi berdampak pada spesies lain, seperti burung-burung, dan berang-berang yang membutuhkan kayu untuk membangun bendungan.

    Hilangnya vegetasi di sepanjang sungai menyebabkan erosi tanah yg mengganggu aliran air, merusak habitat ikan serta spesies akuatik lain.

    Tanpa serigala, predator menengah menjadi dominan untuk memangsa lebih banyak hewan kecil seperti tikus, kelinci, hal ini menyebabkan gangguan pada rantai makanan.

    Langkah Pemulihan:

    Reintroduksi
    Pada 1995-1996 serigala diperkenalkan kembali ke Yellowstone, 31 ekor predator tersebut dilepaskan ke taman nasional Yellowstone. Pemulihan ini memberikan dampak besar pada ekosistem termasuk, pengendalian populasi Rusa Elk, serta pemulihan tumbuhan seperti willow dan aspen bersemi kembali.

    Efek Trophic Cascade

    Serigala menciptakan trophic cascade (rangkaian efek ekologis) yang membantu memulihkan ekosistem secara keseluruhan.

    Hasil Pemulihan

    Reintroduksi serigala di Yellowstone adalah contoh sukses pemulihan ekosistem melalui pendekatan ekologis berbasis predator puncak.
    Langkah ini menunjukkan bahwa peran predator dalam menjaga keseimbangan alam sangat krusial, menjadi role model dalam melestarikan lingkungan.
    Keseimbangan ini memberikan kesempatan bagi generasi mendatang untuk menikmati kekayaan alam dan mempelajari pentingnya interaksi ekosistem.

    Ketika suatu daerah tidak menjaga ekosistem nya berbagai dampak buruk akan dapat terjadi di antaranya:

    Kehilangan keanekaragaman hayati, erosi, kekeringan atau banjir dan longsor, penurunan hasil pertanian, perubahan iklim, perubahan pola cuaca berkontribusi pada ketidakseimbangan iklim global dan lain sebagainya.

    Pertanyaan Besar.

    Di masyarakat kita termasuk pemangku kepentingan tidak memperhatikan keseimbangan ekosistem, contoh yang jelas di depan mata kita
    Lahan yang seharusnya ditanam mangrove beralih fungsi menjadi tanaman sawit.
    Pembangunan infrastruktur tanpa mempertimbangkan faktor lingkungan dan lain sebagainya.
    Untuk itu perlu pemerintah, Legislatif, Dunia Usaha, Akademisi, komunitas, dan media duduk bersama merumuskan hal-hal kongkrit sehingga dapat memitigasi kejadian yang tidak kita inginkan bersama.

    Oleh: Abdul Aziz
    Pemerhati Lingkungan

  • Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia 2024: KIH Sumut Ambil Bagian

    Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia 2024: KIH Sumut Ambil Bagian

    Marelan-wartaindonesia.org. Perubahan iklim yang melanda saat ini sudah menjadi isu global, perubahan iklim itu sendiri disebabkan oleh dua faktor, manusia dan alam. Namun aktivitas manusia punya dampak besar pada perubahan iklim.

    Pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia 28 Nopember 2024, Klub Indonesia Hijau (KIH) dan relawan peduli lingkungan bekerjasama dengan PLN peduli melaksanakan kerjasama Program Energizing Green Spaces. Penanaman tanaman buah dan menuangkan Eco enzim ke sungai di Jalan Young Panah Hijau, Kelurahan Medan Labuhan, Kecamatan Medan Marelan Ahad (08/12/2024).

    Baca juga : Beri Dukungan Kebijakan bagi Pembangunan Tiga Juta Rumah, Menteri Nusron Alokasikan 79 Ribu Hektare Tanah dari Tanah Telantar.

    Pohon mempunyai peran yang sangat penting bagi makhluk hidup, menjaga suhu bumi tetap sejuk, menyerap karbon dan menyaring polusi udara. Pohon berperan memitigasi bencana alam, menstabilkan tanah, dan mengurangi peluang penyebaran patogen antara hewan dan manusia.

    Kerjasama PLN Peduli yang telah mempercayakan kepada KIH untuk menanam 150 pohon buah yang sudah bersertifikat,” ujar Iskandar Usman.

    Kepercayaan yang telah diberikan PLN Peduli adalah prestasi bagi kami merawat, dan membina hubungan baik dengan mitra kerja,” Imbuh Eko Hendra M penanggungjawab kegiatan penanaman tanaman buah di bantaran Sungai Deli.

    Baca juga : Gus Miftah Mengundurkan Diri, Begini Tanggapan Tuan Guru Batak

    Turut hadir membersamai kegiatan ini, Ketua FORSA UMA, Ir. Tauhid Ichyar, MT yang selalu berpartisipasi aktif disetiap event Lingkungan Hidup dan kemanusiaan bersama Abdul Aziz, Pemerhati Lingkungan, Ka.Stasiun Meteorologi Maritim Belawan tahun 2015-2018 melaksanakan penanaman pohon buah.”Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap isu perubahan iklim dalam memitigasi bencana, “pungkas Aziz. (AA)