WARTA INDONESIA, TEBING TINGGI – Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Labuhanbatu secara resmi menghadiri agenda Musyawarah Cabang (Muscab) II DPC PJS Tebing Tinggi–Serdang Bedagai. Kehadiran ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap penguatan roda organisasi serta komitmen dalam mempererat tali silaturahmi antar-sesama pengurus PJS di wilayah Provinsi Sumatera Utara.
Rombongan DPC PJS Labuhanbatu setibanya di lokasi langsung disambut dengan kehangatan dan rasa kekeluargaan oleh panitia pelaksana beserta seluruh jajaran pengurus DPC PJS Tebing Tinggi–Sergai pada Kamis (25/06/2026).
BACA JUGA >>> DKI Jakarta HUT ke-499, Wamen Ossy Serahkan 499 Sertipikat ke Gubernur Pramono Anung
Pelaksanaan Muscab II ini dinilai sebagai momentum krusial yang tidak hanya bersifat seremonial, melainkan berfokus pada evaluasi program kerja periode sebelumnya, pemilihan jajaran kepengurusan baru, serta perumusan arah kebijakan strategis organisasi untuk masa bakti berikutnya.
Merespons dinamika tersebut, Ketua DPC PJS Labuhanbatu, Muhammad Nuh Nasution, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Muscab II ini. Ia menegaskan bahwa forum musyawarah ini merupakan wadah strategis dalam meningkatkan soliditas internal sekaligus mendorong profesionalisme insan pers secara berkelanjutan.
“Semoga Muscab II ini menghasilkan kepengurusan yang amanah, mampu membawa PJS Tebing Tinggi–Sergai semakin maju, serta terus memperkuat sinergi antar-DPC di Sumatera Utara,” ujar Muhammad Nuh Nasution dalam keterangannya.
Lebih lanjut, Muhammad Nuh Nasution menggarisbawahi bahwa kebersamaan yang kokoh antar-pengurus PJS di berbagai daerah merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi yang profesional, independen, dan berintegritas. Hal ini sekaligus mempertegas peran pers sebagai mitra strategis bagi pemerintah dan masyarakat luas.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, jalannya Muscab II ini berlangsung secara sukses, tertib, dan khidmat dalam suasana yang demokratis serta sarat semangat kebersamaan. Selain berfungsi sebagai mekanisme pengambilan keputusan organisasi, kegiatan ini juga efektif mempererat hubungan emosional antar-anggota PJS dari berbagai daerah di Sumatera Utara.
Melalui partisipasi aktif dari DPC PJS Labuhanbatu ini, diharapkan jalinan komunikasi dan kolaborasi strategis antar-DPC ke depannya akan semakin solid. Dengan demikian, PJS dapat melahirkan program kerja konkret yang memberikan kontribusi positif bagi seluruh anggota serta kemaslahatan masyarakat secara umum.
Pro Jurnalismedia Siber (PJS) dibentuk sebagai wadah bagi jurnalis media siber di Indonesia untuk mengonsolidasikan diri di tengah pesatnya digitalisasi media. Peran DPC di tingkat kabupaten/kota menjadi ujung tombak untuk mengawal kualitas jurnalisme di daerah.
Pertemuan lintas wilayah seperti yang dilakukan oleh DPC PJS Labuhanbatu, Tebing Tinggi, dan Serdang Bedagai ini mencerminkan komitmen kolektif dalam standardisasi tata kelola organisasi pers di tingkat regional.
Di sisi lain, tantangan media siber saat ini kian kompleks akibat derasnya arus informasi digital yang tidak terverifikasi. Oleh karena itu, konsolidasi kelembagaan melalui mekanisme Muscab sangat krusial untuk menyelaraskan visi nasional PJS, yaitu melahirkan jurnalis yang kompeten, beretika, dan patuh terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
Pelaksanaan Muscab II ini membawa dampak positif yang signifikan, terutama dalam memperkuat posisi tawar organisasi PJS di mata pemangku kepentingan (stakeholders) daerah, baik pemerintah daerah maupun sektor swasta, sekaligus mempercepat pemerataan kapasitas dan kompetensi wartawan siber antar-wilayah.
Kendati demikian, terdapat tantangan tersendiri di mana pertemuan seremonial seperti Muscab ini berisiko kehilangan substansi dan membuat program kerja mandek jika tidak diikuti oleh rencana aksi (action plan) serta tindak lanjut yang konkret pasca-musyawarah.
Sebagai solusinya, pengurus baru yang terpilih dalam Muscab II wajib memformulasi Key Performance Indicators (KPI) organisasi dengan menyusun target kinerja berkala yang terukur dan dilaporkan secara transparan kepada pengurus tingkat provinsi (DPD).
Selain itu, implementasi program pendidikan jurnalistik bersama melalui pelatihan atau lokakarya jurnalisme investigasi dan cek fakta antar-DPC harus dibangun secara rutin guna meningkatkan kualitas produk jurnalistik media yang tergabung dalam PJS. (Alm)
